Kebebasan Itu Omong Kosong

THINK AGAIN about "Freedom/Kebebasan"!!

Liberty?

Are You Sure?

Perumpamaan

Pilih Mau Jadi yang Mana?

Bunga Mawar Merah

When the sky is torn apart, so it was (like) a red rose, like ointment, then which of the favours of your Lord will you deny?

Tampilkan postingan dengan label dekati Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dekati Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

"Ya Muqallibal-qulubi tsabbit qalbi 'ala dinika"

"Ya Muqallibal-qulubi tsabbit qalbi 'ala dinika"

"Wahai Zat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu berada diatas agama-Mu" (H.R At-Tirmidzi)

Minggu, 21 Oktober 2012

Cinta Sejati Yang Terlupakan

01. #cinta memang kata menarik, tak habis dibedah kata, tak lekang dimakan masa – tak dapat dijangkau mata walau adanya nyata
02. namun dangkal kiranya bila #cinta hanya dianggap urusan fisik, sempit rasanya bila #cinta dimaknai hanya pacaran
03. bila #cinta hanya menyatunya fisik, maka semua hewan pun mampu bercinta, bila #cinta hanya pegangan tangan, aduhai sempitnya #cinta
04. bukan #cinta apabila hanya pentingkan ego pribadi dengan manfaatkan lawan jenis untuk memenuhi syahwat kita
05. bukan #cinta apabila biarkan yang kita cintai melawan Dzat yang menciptakannya dan menciptakan kita, maksiat namanya
06. #cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti
07. #cinta itu berserius dan bersungguh-sungguh, #cinta itu memberikan bukan meminta
08. Allah hiaskan pada diri kita #cinta agar kita dapat tulus menyayangi sesama, memanusiakan manusia dan menyatukannya dalam ukhuwah
09. Allah pun berikan pada kita #cinta untuk saling melengkapi, mengutuhkan diri kita sebagai makhluk Allah
10. sejak awal dunia, #cinta telah berperan, dimulai dari ketiadaan, ruang kosong tanpa waktu, Allah berkehendak jadikan kita dgn #cinta-Nya
11. ditiupkan ruh-Nya kepada kita agar menjadi bagian dari kita #cinta-Nya itu, dan karena itu terizinkan kita mengecap nikmat dunia
12. tengoklah #cinta yang sering terlupakan sampai kubur mengaga dan kafan terbentang, padahal #cinta itu hadir sebelum kita lahir
13. semua diawali oleh janji suci penuh #cinta yang megikatkan diri kita pada rahim (cinta) bunda terkasih, bertumbuh dan menanti
14. ayah terus menanti kita, kesibukannya sering terusik dengan tanya “apa anakku baik2 saja?, segala persiapan digiatkan, uang ditumpuk
15. seringkali di tempat kerja ayah mengikat perutnya, rela tak penuhi hajatnya hanya karena “ini lebih baik disimpan untuk si kecil nanti”
16. bunda yang tak pernah menghitung jasanya, bertambah berat tubuhnya setiap waktu, sementara kita bertambah ringan perhatian padanya
17. walau perutnya tak ajeg dan badannya tak nyaman, namun pikirnya mantap, bacaannya “bagaimana mempersiapkan kedatangan bayi?”
18. dalam mualnya dia bersedekah dengan zikir, memaksa makanan masuk ke perut walau ia tak suka, beginilah #cinta
19. saat hendak bersalin, tegang diri bunda saat terbersit ia dipanggil Allah hingga tak sempat lagi menemani dewasa anaknya
20. cemas bercampur senang, harap berkelindan dengan resah, doa dipanjatkan, sakit tak berbilang membuncah, semua karena #cinta
21. ayah kita yang biasanya kiat pun tak mampu menahan melihat bunda yang menahan sakit, berjudi dengan nyawa diujung derita, semua #cinta
22. ayah berucap “jikalau bisa raga mengganti sakit, biarlah kami yang merasakannya ya Allah!”, namun bunda lebih rela menanggungnya
23. saat bunda hampir kehilangan harap, dan ayah di batas asa, teriakan kita membalik semua sakit jadi tawa, hanya #cinta yg mampu begini
24. masih berlumuran darah, bunda menatap wajah kita dengan senyuman yang paling indah, seolah dia wanita paling bahagia di seluruh semesta
25. lupa sudah sakit, hilang sudah cemas, ayah kita menghambur memeluk, hanyut dalam tangis layaknya bocah, inilah #cinta
26. entah darimana tenaga bunda, yang tadi terkuras dengan teriakan dan tangisan, nyatanya dia tak mau melepaskanmu, ditimang-timang sayang
27. saat balita, entah berapa kali bunda harus bangun, tak pernah penuh lagi rehatnya sejak hari itu, namun semua dia lakukan dengan #cinta
28. kali ini bunda terbangun karena pipis, senandungnya mengiringi kembali tidur kita, tak lama kita bangunkan bunda kembali, kali ini lapar
29. tak sekalipun ia menyebut semua ini, walau saat kita menyakitinya, mengingat hal ini sungguh menghancurkan hatinya
30. saat dewasa, bunda dengarkan semua keluhan dan makian kita, berlagak bodoh demi harga diri anaknya, membela kita tanpa kita ketahui
31. sering dia menyebut kita membanggakan kita dihadapan teman2nya, menyebut kebaikan kita dan menutup rapat durhaka kita
32. suara bentakan kita dibalas dengan nasehat yang tulus, diajarkannya semua hal tentang dunia kepada kita, terkadang bersenandung

33. saat malam kita tertidur pulas, bunda tidak, dia mengangkat tangannya berdoa pada Tuhannya dalam shalat malamnya, yg tak pernah kita tau
34. sampai detik inipun ia masih berdoa.. ”Allah, jadikan putra-putriku sedap dipandang mata, berikanlah mereka hati lembut dan keshalihan”
35. kala kita membentak, bunda hanya bisa menangis, sakit. namun esoknya dia kembali memasak, tersenyum pada kita seolah tak terjadi apapun
36. mari kita putar balik memori kita, tulisnya #cinta yang diberikan ayah-bunda, apakah kita menghargainya? atau bahkan ingat pun tidak?
37. pernahkah kita memberikan hadiah, sekedar sekuntum bunga atau selirik ucapan “terimakasih bunda?” bersujud simpuh dihadapannya?
38. ataukah bunga pertama yang ingin kita berikan padanya tatkala tubuhnya terbaring kaku dan jiwanya telah kembali?
39. ataukah bangga kita padanya baru terucap saat yangan tak tergenggam lagi dan mata tak bertemu selama-lamanya?
40. dalam doa selesai shalat kita, berapa banyak kita menyebut ayah-bunda, ataukah nama yg lebih sering disebut adl pacar? naudzubillah!
41. tengoklah pula Rasulullah saw, yang dengan #cinta dia menyebut kita “ummati, ummati, ummati” mengkhawatirkan kita di ujung maut
42. tak habis siksaan dialami Rasulullah demi ummatnya, lepmparan batu, guyuran kotoran ternak dan pukulan, adalah bukti #cinta Rasulullah
43. #cinta Muhammad pada ummatnya tak lekang waktu, saksikanlah kami bershalawat untuknya duhai Allah, sampaikanlah padanya, kekasih kami
44. #cinta Allah, Rasul-Nya, dan kedua orangtua kita, sungguh mereka telah mendahului memberi #cinta pada kita
45. itulah manusia #cinta didepan mata terbutakan nafsu sesaat, yang disalahartikan sebagai cinta
46. kita lebih cenderung pada ramai kata dunia dibanding keputusan Allah dan Rasulnya, mendurhakai pencipta #cinta atas nama #cinta
47, mungkin tak kita ketahui tanpa sadar bahwa kita telah masuk dalam jebakan yahudi dan nasrani, ditelikung dari titik buta tanpa sadar
48. mereka tau bahwa pemuda adalah tumpuan umat Islam, yang paling peka terhadap cinta, menghancurkan mereka berarti menghancurkan Islam
49. mereka kenalkan kita budaya hedonis, bertuhankan syahwat dan kepuasan nafsu fisik belaka, mereka bungkus dengan kata #cinta
50. laksana racun berbungkus madu, paras #cinta dunia elok berdadandan menutupi kebusukan aqidah, siap membunuh siapa saja yang menelannya
51. jangan kau nodai nama #cinta dengan mengatasnamakannya atas pekerjaan nafsu. Karena #cinta jauh berbeda dengan nafsu
52. #cinta tak akan pernah menginginkan yang dicintai menjadi sengsara dan susah, dan menumpuk kesenangan berdasar ke-egoisan
53. jangan katakan #cinta apabila ia tau perbuatannya akan mengantarkan yang dicintainya pada api neraka sementara ia tetap melakukannya
54. bukan #cinta bila lebih mementingkan ajaran lain selain ajaran nabi Muhammad saw
55. ya Allah, sungguh banyak salah dan khilaf kami pada-Mu. kami tau api neraka itu panas, tetap saja kami melakukan yang dilarang oleh-Mu
56. sungguh lemah kami dari mencinta secara sejati, sungguh pintar kami membuat topeng #cinta untuk syahwat kami
57. karuniakanlah kami #cinta sejati, al-hubbu fillah.. cinta karena Dzat-Mu duhai Allah, pemberi ketentraman hati
58. karuniakan kami keberanian bertemu karena Engkau dan berpisah karena Engkau, duhai Allah Dzat yang menyatukan dan menceraikan
59. karuniakan kami #cinta sejati yang dengannya kami lebih mencintai-Mu, Rasul-Mu dan jihad di jalan-Mu dibanding barang fana apapun
60. Allahuakbar, Masyaa Allah, dan wafatkan kami dalam keadaan berdakwah di jalan-Mu sebagaimana Rasul-Mu

Ust Felix Siauw












Sabtu, 20 Oktober 2012

Liberalis di Balik RUU Kesetaraan Gender


1. kaum liberalisme pny bnyk racun pemikiran untuk umat Muslim, yg paling sering diangkat adl pluralism, demokrasi, kesetaraan #gender dll
2. lihat aja daftar LSM yg dibiayai ford foundation, USAID, AUSAID, dll, semua isu yang diangkat adalah isu yang serupa
3. khusus akhir2 ini, isu kesetaraan #gender hendak diangkat menjadi UU, lewat RUU KKG (keadilan dan kesetraan gender)
4. dengan UU KKG ini, kaum liberalis mencoba meliberalkan perempuan dari hukum Allah, mensekulerisasi perempuan Muslim, atas nama #gender
5. pada intinya RUU KKG ini berniat menyamakan hak dan kewajiban antara lelaki dan wanita, membuat semua sama antara lelaki dan wanita
6. dan isu #gender ini pernah diusung pentolan JIL, musdah mulia, dlm FLA (fikih lintas agama) yg mengusulkan kesetaraan dalam agama Islam
7. kaum liberalis ini menganggap bahwa Al-Qur’an dan syariat Islam adl sumber bias #gender (perlakuan tak setara thd perempuan)
8. misal, kaum liberalis mengguggat hak bagi waris lelaki yg 2x lipat wanita, talaq yg ada di tangan lelaki, poligami
9. juga menggugat kiprah politik perempuan, bolehnya memukul istri dalam syariat Islam, dan mengusulkan aturan2 itu dicabut
10. inilah semangat yang juga ditanamkan di dalam RUU KK #gender, intinya membebaskan wanita agar berpikir seperti wanita2 barat kapitalis
11. karena itu perlu sy sedikit share tentang sejarah kemunculan isu feminisme / kesetaraan #gender, supaya jelas bagi kita sikapinya
12. jauh sebelum hari ini, bias #gender sebenarnya sudah terjadi ketika masa dark ages di eropa, abad petengahan, yaitu 5 – 15 M
13. saat itu gereja menjadi badan terkuat setelah landlord, agama katolik menjadi agama negara, dan aturan gereja adl mutlak
14. termasuk anggapan gereja saat itu adl menganggap #gender wanita sbg aib, penyebab adam diusir dari surga, container of satan kata mereka
15. maka mulai #gender wanita diperlakukan berbeda, masyarakat mengadopsi anggapan katolik, lalu anggap wanita warga kelas dua, dbwh laki2
16. begitulah dalam sejarah yunani, romawi, lalu kristen katolik, wanita tak berhenti dianggap sebagai bawahan pria, sub-ordinat
17. #gender wanita dieksploitasi secara seksual di patung2, lukisan2, dan menjadi objek nafsu pria, tidak lebih dari itu
18. #gender wanita dianggap beban karena tak mampu mencari nafkah, dikuasai laki2, dan boleh diperlakukan semena-mena
19. bahkan di eropa, penyihir wanita dinamai witches, makna konotatif yg kasar dibanding wizard atau magician yg merupakan penyihir laki2
20. wanita tak diperbolehkan belajar, ahli2 kimia wanita dianugrahi gelar witches dan dihukum bakar, tidak dengan pria
21. singkat cerita, #gender wanita betul2 menderita, dosa sejak lahir, karena kristen menganggap merekalah sebab keluar dari surga
22. ditambah sekulerisasi barat yang akhirnya menjadikan standar kebahagiaan terletak pada harta, jabatan dan kenikmatan dunia
23. maka lahirlah gerakan feminisme di barat, sekali lagi, lahirlah feminisme di dunia barat, karena mereka merasa diperlakukan tidak adil
24. mereka mendesak bahwa #gender laki2 dan #gender wanita harusnya punya akses yg sama terhadap harta, kerja dan semua kebebasan lainnya
25. bila laki2 blh kerja mk wanita jg, laki2 blh berpolitik mk wanita jg, laki2 blh senang2 bercinta, wanita jg, bgt isu setara #gender
26. hasilnya setara #gender?, rusaklah tatanan hidup, angka perceraian meningkat, AS kampiun dlm hal perceraian, single parent meroket
27. gara2 setara #gender, anak broken home menjamur, incest (seks antarkeluarga) bermunculan, depresi dan stress perempuan meningkat
28. mengapa itu terjadi? karena kesetraan #gender menyamakan antara lelaki dan wanita, padahal keduanya berbeda, punya jalur masing2
29. cacatnya kapitalis adalah menganggap pria dan wanita sama, padahal sudah jelas2 tak bisa disamakan secara #gender
30. cacatnya kapitalis adalah menjadikan standar kebahagiaan ada pada materi, dan ini tidak menguntungkan bagi #gender wanita
31. tapi inilah yg diinginkan kaum liberalis kapitalis, merusak tatanan masyarakat hingga mereka mengambil keuntungan, dan menjauhkan Islam
32. jadi perlu dipertegas, bahwa masalah #gender ini berasal dari tatanan hidup barat sekuler, bukan berasal dari Islam samasekali
33. dalam Islam, justru ketika Islam datang, perempuan jauh dimuliakan dibanding hidupnya pada masa yang lalu, diangkat derajatnya
34. Islam memandang pria dan wanita berbeda scr #gender, namun mendapatkan akses yang sama terhadap kebahagiaan, yaitu ridha Allah Swt
35. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.. (QS9:71)
36. itulah bedanya, kapitalis menjadikan kebahagiaan pada materi, ini merugikan wanita | dalam Islam kebahagiaan adl ridha Allah semata
37. maka dalam Islam, perempuan bisa sama bahagia dengan laki2, tak perlu isu kesetaraan #gender yg menyesatkan
38. lelaki berlomba shaf paling depan, perempuan berlomba shaf dibelakang, keduanya mendapat ridha Allah, jalur masing2 sudah tetap
39. lelaki berlomba syahid di medan jihad, perempuan berumrah mendapat pahala yang sama, jalurnya sudah ada, tak perlu disetarakan #gender
40. lelaki mencari nafkah untuk keluarga, perempuan mengurus rumah dan keluarganya, semua dapat ridha, tak perlu berlomba di jalur yang sama
41. subhanallah, itulah Islam, menggariskan untuk perempuan dan laki2 ada jalur lomba sendiri2, nggak berantem, salah satu keadilan Allah
42. dan malahan, bila ingin disetarakan #gender, hasilnya jadi hancur | pria cari nafkah angkat2 barang, perempuan bisa menyamai? tidak
43. perempuan melahirkan, laki2 bisa menyamai? tidak | laki2 memimpin kaumnya, bila wanita yg memimpin? stress dia
44. jadi kerusakan tatanan hidup adl bila perempuan diminta masuk ke jalur yg gak cocok dengan default setting-nya, dan sebaliknya
45. tak perlu kesetaraan #gender, Allah yang lebih tahu tentang jalur perlombaan kebaikan bagi wanita/pria, bukan manusia yg mengetahui
46. Allah yang menciptakan manusia termasuk perempuan, dan Allah yg lebih tau yg mana yg pantas bagi perempuan dan yg mana yg tidak
47. beginilah sistem taghut, maunya mengganti aturan Allah dengan aturan manusia, setara #gender, yg hasilnya malah merusak tatanan hidup
48. Islam memliakan wanita, tak ada yang lebih memuliakan wanita selain aturan Islam, yakin deh | yg lain kyk kesetaraan #gender merusak aja
49. Islam memerintahkan wanita menutup aurat, dan tak banyak menampakkan dirinya, karena yg berharga memang harus dilindungi dan dijaga
50. Islam menggariskan aktivitas wanita bersama2 dengan jamaah wanita, karena Islam menghormati wanita, dia tak dikumpulkan dgn pria :)
51. Islam menaruh posisi ibu 3x lipat lebih dari posisi ayah, siapa yang harus ditaati ya Rasul? “ibumu!” ibumu!” “ibumu!” “lalu ayahmu!”
52. Rasul katakan “dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan wanita shalihah” (HR Muslim) | wee subhanAllah :)
53. Rasul ucapkan “Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” (HR Ahmad) | wee masyaAllah :D
54. tak seperti kapitalis liberal yg mengukur kecantikan dari lekuk tubuh, Islam mengukur lewat ketakwaannya, amal ibadahnya
55. dan Islam menunjukkan pula bahwa pendukung pertama Rasul adl wanita, syahidah pertama jg wanita, Rasul wafat jg di pelukan wanita :)
56. lalu mengapa poligami cm laki2 yg blh? >> emang perempuan mau punya dikelilingi cowok banyak? fitrahnya nggak kan (emang gw cewek apaan)
57. begitu jg waris lebih banyak laki2, krn harta itu dipake untuk keluarganya, sedang warisan bagian wanita untuknya semata, adil kan :)
58. begitu juga pemukulan tehadap wanita bukan untuk kekerasan, tapi untuk ta’dib (mendidik) dan pukulan itu jg ada etikanya
59. laki2 baru boleh memukul bila istri maksiat dan 1) sudah dinasehati, 2) sudah didiamkan 3) sudah dipisah ranjang, tapi istri gak taubat
60. memukul istri jg nggak boleh di kepala, nggak boleh berbekas, dan nggak menyakitkan, masyaAllah, nah nah nah.. itulah Islam :)
61. karena suami adl pemimpin istri, dia diserahkan wewenang oleh Allah agar suami menuntun istri ke surga Allah, menjaganya dr maksiat
62. kesimpulannya, tak ada negara yg menerapkan kesetaraan #gender lalu bener, yang ada tatanan hidupnya rusak, liat aja AS bosnya feminis
63. justru harkat martabat wanita diangkat dengan Islam, dengan penerapan syariat Islam dalam masa Khilafah Islam, wanita mulia
64. setidaknya itulah yang bisa kita lihat di sejarah dan juga fakta saat ini, so go away kesetaraan #gender, Islam tak perlu! :)

*Ust Felix Siauw

Kamis, 16 Agustus 2012

Kualitas Waktu, Kualitas Diri


Sahabatku…
Waktu demi waktu yang sudah kita jalani satu desah nafas adalah satu langkah menuju kubur, perayaan ulang tahun adalah perayaan berkurangnya jatah kita, alangkah ruginya jikalau kita menjalani sesuatu dan kita sia-siakan. Sampai ada yang mengatakan, kalo engkau ingin tahu manusia yang paling bodoh lihatlah orang yang diberi modal dan modalnya
dihamburkan sia-sia. Ingin mengetahui manusia yang bodoh, lihatlah orang yang diberi modal umur dan waktunya dihamburkan sia-sia.

Alloh subhaanahu wata’ala berfirman
“.Demi Waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Qs Al Asr :1-3)

Tidak bisa kita pungkiri bahwa satu-satunya yang tidak bisa di rem adalah waktu. Setiap orang punya jatah yang sama, orang yang naik kelas dan orang yang tidak naik kelas. Begitu juga ahli surga dan ahli neraka. Mengapa, karena setiap orang dapat 24 jam tergantung bagaimana dia mengatur waktunya. lihat bagaimana Allah memandu kita seperti apa orang yang beruntung dengan menggunakan waktu.

Sahabatku…Mari kita evaluasi, apakah Ramadhan yang sudah hari ke-28 ini kita semakin baik dari hari kehari atau malah sebaliknya. Selamat memaksimalkan modal waktu yang Alloh karuniakan...
 
aa gym 
 
 

Selasa, 14 Agustus 2012

Sedekah Karakter Orang Bertaqwa


Dimanakah letak kedahsyata sedekah?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Ahmad “. Tatkala Allah SWT menciptakan bumi maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian
mereka bertanya? “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lwbih kuat dari pada gunung?” Allah menjawab “Ada yaitu besi” {Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenis yg terbuat dari besi}.

Para malaikat pun kembali berta “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?” Allah yang Mahasuci menjawab “Ada yaitu api” {Besi bahkan baja bisa menjadi cair lumer dan mendidih setelah dibakar bara api}.
Para malaikat bertanya kembali “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?” Allah yg Maha Agung menjawab “Ada yaitu air” {Api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram oleh air}.

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Allah yang Maha tinggi dan Maha Sempurna menjawab “Ada yaitu angin” {Air di samudera luas akan serta merta terangkat bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat tersimbah dan menghempas karang atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yg tengah berlayar tiada lain karena dahsyat kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat}.

Akhir para malaikat pun bertanya lagi “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?” Allah yg Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab “Ada yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanan sementara tangan kiri tak mengetahuinya.” Arti orang yang paling hebat paling kuat dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai diri sehingga sedekah yg dilakukan bersih tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karena tak usah heran seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tak akan kalah oleh aneka macam selera rendah yaitu rindu pujian dan penghargaan.
 
aa gym

Senin, 13 Agustus 2012

Senang dan Susah---> Sama-sama Ujian Hidup


Pasti Alloh menguji orang yang beriman kepada-Nya
Ujian dirancang bukan untuk menghancurkan
Bahkan sebaliknya untuk membersihkan dan menguatkan

Karena tak ada kebahagiaan, kecuali hati yang bersih dari kemusyrikan , kemunafikan, serta kokoh keyakinan kepada-Nya plus istiqomah patuh pada- Nya

Akan terasa pahit…
Bila berburuk sangka pada-Nya
Tak ridho dengan ketentuan-Nya
Bagai menggenggam erat kawat berduri yang tak mau melepaskannya

Berbaik sangka lah…
Jalani ujian demi ujian tanpa keluh kesah
Karena semua ini sudah dirancang amat sempurna, sangat baik dan amat manfaat bagi dunia akherat kita
Oleh Dia Yang Amat Menyayangi kita dan amat menginginkan kita menjadi ahli sorga-Nya

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.”(QS. alAnbiya:35)

Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam, bersabda : " Innalloha idzaa ahabba 'abdan ibtalaahu". “Sesungguhnya Allah jika mencintai hamba-Nya, maka Dia akan mengujinya"
 
aa gym
 

Minggu, 12 Agustus 2012

Hijab (Aku Ingin Taat)

01. hijab bukan pernyataan "aku sudah baik", atau "aku tanpa dosa" | hijab adl pernyataan sederhana dari "aku ingin taat"
02. lelaki buaya berhidung belang sukakan aurat terbuka untuk mereka nikmati | puaskan nafsu dengan lekuk tubuh yg ditelusuri
03. perhatikan olehmu Muslimah, saat wanita minim kain dan nyata lekuknya lewati lelaki | maka mata mereka mengikuti kemana pertunjukan pergi
04. wanita
tanpa hijab sediakan diri sendiri diperkosa lewat mata | jika saja mereka ketahui apa yg lelaki itu pikirkan di dalam kepala
05. sedang wanita berhijab mempersilahkan lelaki menghormatinya dari segi apapun | asal tidak dari fisik badan
06. perhatikan olehmu Muslimah, saat yang berhijab lengkap melenggang di hadapan lelaki | tunduk pandang dibuatnya, pikiran mereka diam
07. itu baru di dunia, di akhirat lebih lagi | saat masuki surga engkau disalami para malaikat, dan saat menghadap Allah..? subhanallah
08. bila Allah menanyakan, mengapa layak surga diberikan padamu | setidaknya bisa kau jawab, "telah kuhijab apa yang Engkau perintahkan
09. "ketika Rasul-Mu berucap kami dengar-patuh, karena tiada Rasul kami menyelisihi-Mu | terimalah hijab kami jadi tanda kami umat Rasul-Mu"
10. hijab membuatmu terhormat di dunia dan mulia di akhirat | hijab buat cantikmu tak lekang diseret waktu bagai emas 24 karat
11. memang terkadang berat menyeret jilbab, agak sulit mengulur kerudung | namun bukankah dalam tiap kepayahan dalam taat akan dibalas? :)
12. hijab membantumu tegaskan pada dunia, auratmu bukan murahan lagi gampangan | hanya yang mampu datangi walimu dan akad yang berhak
13. hijab membantumu menghemat kata-kata untuk jelaskan siapa dirimu pada manusia | dan membantu malaikat rakib mudah catat amal baikmu
14. bila Allah dan Rasul sudah jelas memerintahkan hijab | maka alasan apapun basi dihadapannya :)
Ustadz Felixs

Sabtu, 11 Agustus 2012

Doa agar dikaruniai husnul khatimah

Banyak ustadz, mubaligh dan imam yang berdoa kepada Allah Ta'ala agar dikaruniai husnul khatimah, kematian yang baik yang dapat mengantarkan dirinya kepada ridha Allah dan surga-Nya. Ia membaca doa tersebut dengan keras dan jama'ah pengajian atau jama'ah shalat mengamini doanya dengan khusyu'.
Memang, setiap muslim memang harus mencita-citakan husnul khatimah sebagai penutup kehidupannya di muka bumi ini. Memang, setiap muslim harus senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniai husnul khatimah.
Persoalannya adalah sebagian ustadz, mubaligh dan imam shalat itu membaca doa tersebut dengan lafal yang ---maaf-maaf--- 'kurang berkwalitas' dan 'kurang komprehensif'. Doa yang dilantunkannya berbunyi: Ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah bi-husnil khatimah. Secara harfiah, artinya adalah Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengan husnul khatimah!
Subhanallah, kenapa mereka lebih suka melantunkan doa gubahan sendiri seperti itu? Padahal dalam masalah memohon husnul khatimah, Allah Ta'ala dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan doa-doa super hebat yang sangat berkwalitas dan komprehensif? Bukankah sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dalam hadits shahihnya?
Di antara doa husnul khatimah yang diajarkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an adalah doa golongan ulul albab, yaitu firman Allah:
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan rasul) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!", maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran [3]: 193)
Doa husnul khatimah lainnya dalam Al-Qur'an adalah doa nabi Yusuf 'alaihis salam yang sangat baik apabila selalu kita lantunkan:
فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ya Allah) Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan golongan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf [12]: 101)
Doa husnul khatimah lainnya dalam Al-Qur'an adalah doa para tukang sihir Fir'aun yang bertaubat dan beriman kepada nabi Musa dan Harun 'alaihimas salam:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
"Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan beragama Islam (berserah diri kepada-Mu)." (QS. Al-A'raf [7]: 126)
Adapun di antara contoh doa husnul khatimah yang diajarkan secara langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam adalah:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ.
"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu." (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Ausath. Al-Hafizh Nuruddin Al-Haitsami dalam Majmauz Zawaid wa Mambaul Fawaid, 10/158 no. 17267 menshahihkan sanadnya)
Wallahu a'lam bish-shawab.

Jumat, 10 Agustus 2012

Pacaran?

1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" | nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usahlah
4. "tapi kan kita punya
perasaan" | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan
5. "kalo pacarannya bikin positif?" | positif hamil maksudnya?
6. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)
8. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. "jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?" | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | nikah, itu solusi dan baru namanya serius
12. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. "pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya" | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. "pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget
16. "pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. "pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. "pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. "pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap" | cape deeh (=_=);
20. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. "iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri
24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?!
 
Ustadz Felixs

Kamis, 09 Agustus 2012

Muhammad The Last Prophet PBUH (Peace be Upon Him / Sallallaahu Alaihi Wassalaam)


Sebuah film animasi terbaru berjudul Muhammad The Last Prophet PBUH (Peace be Upon Him / Sallallaahu Alaihi Wassalaam) telah diproduksi oleh Badr International Corporation, sebuah kelompok perusahaan British Virgin Island Corp. yang mengaku memiliki visi untuk memproduksi film-film seputar Islam bagi para pemeluknya.

Film animasi berdurasi 90 menit ini merupakan film yang mengetengahkan sosok Nabi Muhammad, pengalaman, sejarah dan kejadian-kejadian penting sekitar kehidupannya. Menurut pihak Badr, film yang dibuat dengan sangat cermat dan teliti sehingga diyakini bisa masuk dalam ketegori film animasi kelas satu. 

Walaupun film ini berkisar sekitar Muhammad, gambarnya tidak ditunjuk (tidak diperlihatkan) sepanjang film ini, dengan menghormati adat-adat Islam yang melarang sebarangan menampilkan gambar nabi dan para sahabat baginda. Sebaliknya para pemain dibiarkan untuk berbicara di depan kamera.

download yuk disini

Selasa, 07 Agustus 2012

Save Maryam


Oleh : Hj. Irena Handono,
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center


Baru-baru ini beredar di dunia maya, yakni sebuah video yang berjudul Save Maryam. Video ini disebarkan melalui Youtube, Facebook, Twitter, MailingList, dsb.

Video ini dibuat oleh sebuah lembaga berbadan hukum yang berpusat di London, Mercy Mission World. Atas keprihatinan mereka terhadap demikian derasnya arus pemurtadan di Indonesia, maka mereka saudara kita sesama Muslim akhirnya turun tangan untuk membantu beban berat mengatasi pemurtadan di Indonesia dengan kampanye berjudul Save Maryam.

Senin, 03 Januari 2011

Abdul Malik bin Marwan - Berjasa Mencetak Uang Islam

Sejak negara Islam berdiri di Madinah, dan Nabi menjadi kepala negara Islam pertama, umat Islam sudah mengenal uang Dinar Bizantium, dan Dirham Kisra. Kedua uang dari dua negara yang berbeda ini mereka gunakan, tetapi bukan berpatokan pada nominalnya, melainkan berpatokan pada berat timbangannya. Mereka menggunakan timbangan penduduk Mekkah sebagai standar kedua mata uang tersebut. Sebagaimana sabda Nabi, “Timbangan (yang dipakai) adalah timbangan penduduk Mekkah, sedangkan takaran (yang dipakai) adalah takaran penduduk Madinah.” (HR Abu Dawud)
Ketika itu, 1 Dinar Bizantium sama dengan 1 Mitsqal, atau 4,25 gram emas, sedangkan 1 Dirham Kisra sama dengan 7/10 Mitsqal, atau 2,975 gram perak. Berat timbangan Dinar dan Dirham ini telah digunakan sejak sebelum Islam, dan ketika Nabi diutus dan menjadi kepala negara, timbangan yang sama masih tetap digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham dengan standar Mitsqal ini digunakan sejak zaman Nabi, Khalifah Abu Bakar dan ‘Umar bin Khatthab. Pada tahun 20 H, atau delapan tahun pemerintahan ‘Umar, beliau tetap menggunakan Dinar Bizantium dan Dirham Kisra, hanya dengan tambahan tulisan Arab, seperti “Bismillah” atau “Bismillahi Rabbi”. Kebijakan ini tetap berlanjut hingga zaman Khilafah ‘Amawiyah.
Pada tahun 75 H, ada yang mengatakan 76 H, Khalifah ‘Abdul Malik bin Marwan (65-86 H), Khalifah ‘Amawiyyah kelima, telah mencetak mata uang sendiri. Ia mencetak Dirham dengan bentuk dan model Islam yang khas, berisi teks Islam, diukir dengan tulisan Kufi. Sejak itu, kaum Muslim mempunyai mata uang sendiri, dengan model dan bentuk yang Islami, dan bebas dari bentuk dan model yang lain. Setelah itu, kaum Muslim pun meninggalkan Dinar Bizantium dan Dirham Kisra (‘Abdul Qadim Zallum, al-Amwal fi Daulati al-Khilafah, hal. 198-201).
Al-Baladzuri, dalam kitab Futuh al-Buldan, menceritakan dari ‘Utsman bin ‘Abdillah dari bapaknya menuturkan, “Aku datang ke Madinah dengan membawa Dinar dan Dirham Abdul Malik bin Marwan, sementara di sana terdapat sejumlah sahabat Nabi SAW dan para tabiin yang lain, namun mereka tidak ada yang mengingkarinya.”  Itulah jasa Khalifah ‘Abdul Malik bin Marwan. Ia juga dikenang bukan karena jasanya mencetak uang pertama kali dalam Islam, tetapi juga dikenal dengan jasanya memberikan titik pada huruf-huruf dalam mushaf. Ia jugalah Khalifah yang membangun Masjid Kubah Emas di Palestina. Membangun kembali Ka’bah, dan mengakhiri fitnah yang terjadi antara keluarga Bani ‘Amawiyyah dengan Sayyidina ‘Ali. Karena itu, pada zamannya, juga dikenal sebagai tahun rekonsilisasi yang kedua, atau ‘Am al-Jama’ah ats-Tsaniyyah, tepatnya tahun 73 H.
Keberadaan Dinar dan Dirham itu terus bertahan hingga Daulah Islam runtuh. Mata uang emas ini terbukti mampu menjaga stabilitasnya karena nilai nominal dan intrinsiknya sama. Ini sangat berbeda dengan mata uang kertas yang ada sekarang. Nilai nominal dan intrinsiknya sangat berbeda sama sekali. Sebagai kertas, uang kertas tak bernilai sama sekali jika diperjualbelikan.
Di sinilah masa keemasan Islam dengan Dinar dan Dirhamnya. Bila ini diberlakukan kembali, stabilitas moneter akan terjamin. Saatnya kembali ke mata uang emas dan perak.[]

Sabtu, 11 Desember 2010

Doa Ketika Melihat Mendung (atau Sesuatu) di Langit

بسم الله الرحمن الرحيم
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat mendung (atau sesuatu) di ufuk langit, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan aktivitasnya. Dan bila melihatnya dalam keadaan sedang shalat, beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ إِنّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.
Bila kemudian turun hujan, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا
Ya Allah, (turunkanlah) hujan yang baik (bermanfaat).
(HR. Abu Dawud, 5/14 no. 5477)

Minggu, 05 Desember 2010

Jilbab, Lambang Kebebasan Hakiki

Oleh Asri Supatmiati

Hari gini jilbab masih saja digugat. Beberapa negara di dunia, masih memberlakukan larangan jilbab. Seperti di Turki, Jerman, Perancis, Italia, dll. Katanya negara liberal yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, tapi muslimahnya tidak dibebaskan berjilbab. Padahal itu merupakan hak muslimah untuk taat kepada Rabb-nya. Ironi.
Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim, jilbab sudah menjadi pemandangan biasa. Namun anehnya, masih juga ada yang berani mengusik. Terbaru, datang dari Human Rights Watch (HRW) yang melontarkan tudingan, bahwa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Istimewa Aceh tentang Pelarangan Khalwat dan Kewajiban Mengenakan Pakaian Muslimah bagi warga Muslim di Aceh merupakan aturan yang melanggar HAM. HRW pun mengopinikan agar perda itu dicabut atau diamandemen.

Kebebasan Hakiki
Di Indonesia, jilbab sudah menjadi pemandangan biasa. Bukan semata-mata sebagai negara berpenduduk muslim terbesar bila jilbab begitu mudah dikenakan di negeri ini, lebih karena meningkatnya kesadaran kaum muslimah akan ketakwaan.
Jilbab adalah identitas kebanggaan muslimah shalehah. Mereka yang istiqomah mengenakan pakaian takwa ini, bebas beraktivitas di ruang publik tanpa halangan. Belanja, ke salon, tamasya, kuliah, bekerja dan bahkan berenang tetap bisa dilakukan. Termasuk menyopir mobil sendiri atau mengendarai motor, sudah biasa dilakukan muslimah berjilbab.
Perempuan berjilbab inipun berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Bahkan di antara mereka, banyak yang bergelar doktor, dokter, pakar, insinyur, dan gelar akademik membanggakan lainnya. Mereka golongan cendekia yang cerdas, kritis dan kiprahnya diakui bermanfaat di tengah-tengah masyarakat.
Mereka bukan perempuan kolot dan bodoh, yang terpaksa menyembunyikan keindahan tubuhnya karena dominasi laki-laki, sebagaimana tudingan Barat. Mereka tidak merasa terbelenggu dengan berjilbab. Justru, mereka bangga dengan jilbabnya.
Jilbab merupakan lambang “kebebasan” hakiki seorang perempuan. Ya, dengan jilbab, perempuan tidak dipusingkan oleh urusan penampilan. Sebab, jilbab bisa dikenakan kapan sana dan di mana saja, setiap waktu dan dalam setiap kesempatan. Tidak lekang oleh zaman. Tidak usang oleh perkembangan mode. Dengan jilbab, tidak ada istilah saltum alias salah kostum, karena jilbab bersifat universal.
Berbeda dengan pakaian ala Barat, serba beda dalam setiap suasana. Pakaian pesta, santai, jalan-jalan dan bahkan tidur harus berbeda.  Tanpa jilbab, justru kaum perempuan “terpenjara” oleh trend fashion yang selalu berubah dengan cepat.
Demi predikat fashionable, perempuan umumnya harus selalu mengikuti trend. Perempuan seperti ini membelanjakan sebagian besar isi dompetnya untuk membeli baju model terbaru, kosmetik, pewangi dan aksesoris lainnya. Mereka juga menghabiskan sebagian umurnya di depan cermin demi sebuah predikat: cantik.
Tak cukup itu, perempuan yang mengklaim modern dan trendy ini selalu sibuk memikirkan pendapat orang lain. Apakah orang suka dengan penampilanku, akankah pujian atau celaan yang akan kuterima, apakah aku cantik dan serasi atau tidak. Inilah tembok penjara kapitalis yang hakikatnya justru mengungkung kaum perempuan. Kelihatannya mereka bebas berkeliaran di ruang publik dengan busana apapun yang mereka mau, tapi sesungguhnya pola pikirnya dijajah streotype “cantik” oleh industri kecantikan yang jahat.
Pembangnun Peradaban
Terlepas dari fenomena di atas, kita harus mengakui kontribusi perempuan berjilbab di seluruh dunia. Merekalah peletak dasar lahirnya generasi dan pembangun peradaban.
Bila perempuan berpenampilan serba terbuka ala Barat lebih banyak menjadi gula-gula dalam peradaban sekuler, perempuan muslimah yang menjaga kehormatannya memiliki peran sentral bagi kemajuan bangsanya. Ialah pelahir generasi penerus, pendidik utama dan pertama anak-anaknya.
Bila perempuan ala Barat yang berkiprah di publik, lebih mengandalkan kemolekan tubuh dan kecantikan rupanya; perempuan muslimah berkiprah memberi maslahat umat bermodal kecerdasan dan keterampilannya.  Sebagaimana ketika baginda Rasulullah SAW berhasil menancapkan dahwah dan jihadnya, disupport penuh ibunda Siti Khadijah.
Begitu pula Nur Jehan, yang namanya diabadikan dengan bangunan Taj Mahal di India sebagai bukti kecintaan rakyat atas kiprahnya. Juga ibunda Imam Syafi’i, yang menjadi pendidik utama hingga ulama besar itu menjadi ‘orang.’ Belum lagi para syahidah, pejuang Islam yang menggoreskan tinta emas dalam sejarah panjang peradaban dunia.
Timbangan Syariat
Berbicara soal jilbab, Islam memang sudah mengaturnya dengan jelas. Kaum perempuan wajib mengenakannya tanpa reserve. Karena itu, larangan jilbab tak akan menyurutkan niat para muslimah shalehah itu untuk mengenakannya. Mereka jauh lebih takut kepada Allah SWT dibanding takut kepada penguasa laknatullah.
Bagaimana kaum muslimah bisa seteguh itu memegang prinsipnya? Ini karena Islam sudah mengatur, bahwa pakaian bukan sekadar penutup malu, lambang kepribadian atau pemanis penampilan. Pakaian adalah identitas ketakwaan. Karena itu, pakaian sudah didesain Allah SWT sebagai panduan bagi mereka yang mengaku bertakwa.
Bagi muslimah, kewajiban berpakaian takwa dimulai dari kewajiban menutup aurat. Jumhur ulama tidak berbeda mengenai status hukum, bahwa hukum menutup aurat adalah wajib, dimana batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Sabda Rasulullah SAW:
“Tidak dibenarkan bagi seorang wanita yang percaya kepada Allah dan hari kemudian untuk menampakkan kedua tangannya kecuali sampai di sini (nabi kemudian memegang setengah dari tangannya)” (HR ath Thabari).
Nah, untuk menutup tubuh ini, diperintahkan mengenakan jilbab (QS Al Ahzab [33]: 59) dan kerudung/khimar (QS An Nur [24]: 31).
Surat Al Ahzab ayat 59 berbunyi:
يٰأَيُّهَا النَّبِىُّ قُل لِأَزوٰجِكَ وَبَناتِكَ وَنِساءِ المُؤمِنينَ يُدنينَ عَلَيهِنَّ مِن جَلٰبيبِهِنَّ ۚ ذٰلِكَ أَدنىٰ أَن يُعرَفنَ فَلا يُؤذَينَ ۗ وَكانَ اللَّهُ غَفورًا رَحيمًا
Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surat An Nur ayat 31
وَقُل لِلمُؤمِنٰتِ يَغضُضنَ مِن أَبصٰرِهِنَّ وَيَحفَظنَ فُروجَهُنَّ وَلا يُبدينَ زينَتَهُنَّ إِلّا ما ظَهَرَ مِنها ۖ وَليَضرِبنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلىٰ جُيوبِهِنَّ ۖ وَلا يُبدينَ زينَتَهُنَّ إِلّا لِبُعولَتِهِنَّ أَو ءابائِهِنَّ أَو ءاباءِ بُعولَتِهِنَّ أَو أَبنائِهِنَّ أَو أَبناءِ بُعولَتِهِنَّ أَو إِخوٰنِهِنَّ أَو بَنى إِخوٰنِهِنَّ أَو بَنى أَخَوٰتِهِنَّ أَو نِسائِهِنَّ أَو ما مَلَكَت أَيمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعينَ غَيرِ أُولِى الإِربَةِ مِنَ الرِّجالِ أَوِ الطِّفلِ الَّذينَ لَم يَظهَروا عَلىٰ عَورٰتِ النِّساءِ ۖ وَلا يَضرِبنَ بِأَرجُلِهِنَّ لِيُعلَمَ ما يُخفينَ مِن زينَتِهِنَّ ۚ وَتوبوا إِلَى اللَّهِ جَميعًا أَيُّهَ المُؤمِنونَ لَعَلَّكُم تُفلِحونَ
Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Jilbab adalah pakaian luas semacam baju kurung yang menutupi seluruh tubuh dari leher, dada, tangan  sampai kaki  dan kerudung untuk menutup kepala, leher sampai dengan dada.
Jilbab merupakan pakaian wanita pada kehidupan umum/keluar rumah: pasar, jalan dsb. Jilbab merupakan pakaian longgar yang menutupi pakaian keseharian wanita di rumah. Hal ini bisa difahami dari hadits Ummu ‘Athiyah ra.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلَاةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لَا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا[5]
artinya: dari ummu athiyah berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami untuk keluar pada hari fithri dan adha, baik gadis yang menginjak akil baligh, wanita-wanita yang sedang haid maupun wanita-wanita pingitan. wanita yang sedang haid tetap meningggalkan shalat, namun mereka dapat menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslim . Aku bertanya, “wahai rasulullah salah seorang diantara kami ada yang tidak memiliki jilbab?” rasulullah saw menjawab: hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya (HR. Muslim).
Makna hadits ini, ada perempuan yang di rumah mengenakan pakaian biasa, tapi tidak punya jilbab untuk keluar rumah. sebab tidak mungkin perempuan itu sama sekali tidak berpakaian di dalam rumahnya. hanya saja, pakaian sehari-harinya di rumah bukan berupa jilbab, sebagai syarat untuk bisa keluar ke ruang publik.

Khatimah
Dengan uraian di atas, tak ada gunanya melarang jilbab. Upaya menghalangi ketakwaan kaum muslimah hanya akan sia-sia. Apalagi larangan itu didengungkan segelintir manusia.(*)


Asri Supatmiati, S.Si,
Jurnalis, penulis buku-buku islam.

Kamis, 02 Desember 2010

Ala Customer Care

Silahkan menunggu beberapa saat, panggilan anda akan segera dihubungkan

Selamat datang di Care Online untuk hamba-hamba Allah
Untuk bahasa Arab tekan 1, untuk bahasa Indonesia tekan 2
Untuk informasi tentang hukum islam, tekan 1
Keluhan-keluhan tekan 2
Permintaan bantuan layanan doa tekan 3
Bantuan layanan doa tentang  rizki tekan 1
Bantuan layanan doa tentang  turunan tekan 2
Bantuan layanan doa tentang  jodoh tekan 3
Tiba-tiba terdengar, maaf…malaikat masih melayani hamba yang lain
Terima kasih telah menunggu…
Setelah menunggu eehhh denger, maaf…para malaikat masih melayani hamba yang lain…
Tekan 1 untuk menunggu atau hubungi beberapa saat lagi
Terlanjur deeeh, terpaksa nih tekan 1 dan terdengar, terima kasih anda bersedia menunggu…
eeeehhhh udah lama nunggunya!! terdengar, maaf…para malaikat semuanya masih melayani hamba yang lain
Tekan 1 untuk menunggu atau hubungi beberapa saat lagi

Huwaaaaaaaaaaaaaaa!!!
Oh no!!!
Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk!!!
Gimana kalau gitu yak?? Susahnyaaaaa mo berdoa…

Eeeiiitttssss….tunggu dulu… ga sgitunya kaleee…
Alhamdulillah kita kalo mo minta sesuatu ma Alloh (do’a) ga pake acara begituan deh, hihihi
Tinggal do’a, mohon padaNya secara Onlen alias langsung sampaikan padaNya, ga kudu pake bahasa Arab pake bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, English etc pasti daaah Allah ngerti nyang kita doain nyang kita  mau n nyang kita arepin :P mau bukti?! Check this out :D

Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an : 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)
yang artinya:”Dan Tuhanmu berfirman,berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.  Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina” (QS Al-Mu’min 40: 60).
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦)
yang artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah 2: 186)

Dari kedua ayat itu, dapat ditarik kata kunci sebagai berikut:
QS: Al-Mu’min 40:60:
1. Berdoa adalah perintah Allah
2. Doa pasti dikabulkan
3. Tidak berdoa = sombong
4. sombong kepada Allah adalah dosa besar yang mendapat ancaman neraka jahannam


Al-Baqarah 2: 186:
1.Allah sangat dekat
2. Allah mengabulkan doa hambanya
3. Hendaknya taat dan beriman kepada Allah (sebelum berdoa)
4. Orang dengan doa, taat dan beriman selalu berada dalam kebenaran


nah loh! Jelas khaaaan :D
ga usah pake perantara, langsung saja, onlen :) 
wallohu’alam :)

Rabu, 24 November 2010

Mendambakan Penguasa Amanah


Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang penguasa diserahi urusan kaum Muslim, kemudian ia mati, sedangkan ia menelantarkan urusan tersebut, kecuali  Allah mengharamkan surga untuknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Terkait dengan hadits ini, Imam Fudhail bin Iyadh menuturkan, “Hadits ini merupakan ancaman bagi siapa saja yang diserahi Allah SWT untuk  mengurus urusan  kaum Muslim, baik urusan agama maupun dunia, kemudian ia berkhianat. Jika seseorang berkhianat terhadap suatu urusan yang telah diserahkan kepadanya maka ia telah terjatuh pada dosa besar dan akan dijauhkan dari surga. Penelantaran itu bisa berbentuk tidak menjelaskan urusan-urusan agama kepada umat, tidak menjaga syariah Allah dari unsur-unsur yang bisa merusak kesuciannya, mengubah-ubah makna ayat-ayat Allah dan mengabaikan hudûd (hukum-hukum Allah). Penelantaran itu juga bisa berwujud pengabaian terhadap hak-hak umat, tidak menjaga keamanan mereka, tidak berjihad untuk mengusir musuh-musuh mereka dan tidak menegakkan keadilan di tengah-tengah mereka.  Setiap orang yang melakukan hal ini dipandang telah berkhianat kepada umat.” (Imam an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim).
Kekuasaan adalah amanah. Amanah adalah taklif hukum dari Allah SWT. Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Pada dasarnya, amanah adalah taklif (syariah Islam) yang harus dijalankan dengan sepenuh hati, dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika ia melaksanakan taklif tersebut maka ia akan mendapatkan pahala di sisi Allah.  Sebaliknya, jika ia melanggar taklif  tersebut maka ia akan memperoleh siksa.” (Ibnu Katsir, Tafsîr Ibnu Katsîr, III/522).
Sikap amanah seorang penguasa terlihat dari tatacaranya dalam mengurusi masyarakat berdasarkan aturan-aturan Allah. Ia juga berusaha dengan keras untuk menghiasi dirinya dengan budi pekerti yang luhur dan sifat-sifat kepemimpinan. Penguasa amanah tidak akan membiarkan berlakunya sistem kufur seperti demokrasi yang bertentangan dengan Islam. Ia pun tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada Islam dan kaum Muslim.
*****
Sejak diutusnya Rasulullah SAW, tidak ada sistem kemasyarakatan yang mampu melahirkan para penguasa yang amanah, agung dan luhur, kecuali dalam masyarakat Islam. Kita mengenal Khulafaur Rasyidin yang terkenal dalam kearifan, keberanian dan ketegasannya dalam membela Islam dan kaum Muslim. Mereka adalah negarawan-negarawan ulung yang sangat dicintai oleh rakyatnya dan ditakuti oleh lawan-lawannya. Mereka juga termasyhur sebagai pemimpin yang memiliki budi pekerti yang agung dan luhur.   
Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sosok penguasa yang terkenal sabar dan lembut.  Namun, beliau juga terkenal sebagai pemimpin yang berani dan tegas.  Tatkala sebagian kaum Muslim menolak kewajiban zakat, beliau segera memerintahkan kaum Muslim untuk memerangi mereka. Meskipun pendapatnya sempat disanggah oleh Umar bin al-Khaththab, beliau tetap bergeming dengan pendapatnya. Stabilitas dan kewibawaan Negara Islam harus dipertahankan meskipun harus mengambil risiko perang.  
Khalifah Umar bin al-Khaththab sendiri terkenal sebagai penguasa yang tegas dan sangat disiplin. Beliau tidak segan-segan merampas harta para pejabatnya yang ditengarai berasal dari jalan yang tidak benar. Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah berkata kepada Abu Hurairah ra yang saat itu menjadi gubernur di Bahrain, “Bagaimana engkau bisa menduduki jabatan ini?”
Ia menjawab, “Engkau telah menugaskan saya, sedangkan saya tidak menyukainya, dan engkau menghentikan saya, sedangkan saya mencintainya.”
Pada saat itu, Abu Hurairah membawa 400 ribu dirham dari Bahrain.  Selanjutnya, Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau berlaku aniaya terhadap seseorang?”
“Tidak.”
“Dari jumlah itu, berapa yang menjadi milikmu?”
“Dua puluh.”  
“Dari mana engkau memperolehnya?” tanya Umar lagi.
“Saya berdagang.”
Umar pun menukas, “Hitunglah modalmu dan milikmu. Lalu serahkanlah yang lainnya ke Baitul Mal.” (Thabaqât Ibnu Sa'ad, II/4/60; Târîkh al-Islâm, II/388; dan Tahdzîb at-Tahdzîb, XII/267).
Inilah secuil keteladanan yang bisa kita ambil dari Khulafaur Rasyidin dalam mengurus urusan rakyatnya.  
Sungguh, kehadiran seorang penguasa amanah yang selalu berjalan sesuai dengan aturan Allah merupakan dambaan dan impian kaum Muslim saat ini.  Sayangnya, impian ini masih sebatas impian. Perilaku dan kebijakan para penguasa kaum Muslim saat ini tidak berbeda dengan kaum sekuler yang membenci aturan Allah.  Keberpihakan mereka pun tidak pada Islam dan kaum Muslim, tetapi kepada musuh-musuh Allah dan sistem sekuler yang kufur. Lalu mengapa umat masih saja percaya dan bahkan berbondong-bondong mengekor dan mengikuti mereka?[] arief b. Iskandar from : http://mediaumat.com

Rabu, 17 November 2010

Liberty???

see these pics ^^




-------- what do u think about that pics??---------

Senin, 15 November 2010

Fajar Kemenangan

Syaikh Ibnu AbiAd-Dunya ,eriwayatkan dalam kitabnya Al-Amru bi al-Ma’ruf wa an-Nahyu al-Munkar, bahwa Rasulullah pernah bersabda,
“bagaimana kalian ini apabila kaum perempuan kalian membangkang? Dan para remajanya berbuat fasik?”
Para Sahabat bertanya, “Apakah hal tersebut benar-benar terjadi, duhai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ya. Bahkan perkara yang lebih dahsyat dari itu akan terjadi”
Para Sahabat bertanya, “Apakah perkara yang lebih dahsyat dari itu duhai Rasulullah?”
Rasul menjawab “bagaimana kalian ini apabila kalian tidak melakukan amar makruf dan tidak mencegah dari kemungkaran?”
Para Sahabat bertanya, “Apakah hal tersebut benar-benar terjadi, duhai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ya. Bahkan perkara yang lebih dahsyat dari itu akan terjadi”
Para Sahabat bertanya, “Apakah perkara yang lebih dahsyat dari itu duhai Rasulullah?”
Rasul menjawab “bagaimana kalian ini apabila kalian melihat perkara makruf sebagai munkar dan melihat perkara munkar sebagai makruf?”
-----------------------------------------------------
Dari situ dapat kita ketahui bahwa ada tiga hal yang tidak terbayang oleh para Sahabat bahwa hal tersbut dapat terjadi, tentunya ketiga hal tersebut di jaman Sahabat merupakan sesuatu yang aneh jika hal tersebut terjadi di kalangan umat Islam.
Ketiga hal yang membuat para Sahabat keheranan yang dijelaskan Nabi Muhammad saw itu adalah :
1. Banyak perempuan yang melakukan pembangkangan dan para remajanya berbuat dosa (fasik)
2. Amar makruf nahi munkar ditinggalkan
3. Tebolak-baliknya realitas, yang benar dipandang salah dan perkara salah dipandang benar.

Bayangkan ketiga hal tersebut---yang pada jaman Sahabat merupakan hal yang aneh terjadi---
Lihatlah sekeliling kita,hal tersebut telah benar-benar terjadi di kalangan umat Islam.
Banyak kaum perempuan yang membangkang—melupakan ajaran Islam, membuka aurat dan melakukan pergaulan bebas. Remajanyapun terlena dalam glamour kefasikan. Tidaklah mengherankan apabila Komnas HAM Perlindungan Anak menemukan sebanyak 62,7% remaja usia 13-18tahun (Usia SMP-SMA) mengaku pernah melakukan seks bebas (berzina).

Amar makruf nahi munkarpun amat sulit terlihat. Dengan alas an Hak Asasi manusia (HAM) amar makruf nahi munkar dianggap sebagai hal yang melanggar HAM. Kenapa ini terjadi? Ini disebabkan karena dalam logika HAM siapapun boleh melakukan apapun selama tidak ada orang lain yang merasa terganggu, sekalipun perbuatannya haram, asalkan tidak ada yang mengaku dirugikan, semuanya bebas berjalan. So ga heran di Indonesia (Negara dengan jumlah Muslim terbesar) pernah beberapa saat yang lalu dilakukan festival gay. Para penentang diadakannya festival ini dianggap angin lalu.

Begitu juga dengan fakta yang benar di anggap salah dan yang salah dianggap benar. Liberalisme dibiarkan berkembang, eks komunis diberi angin segar,sementara Islam?? Nabinya di hina, Al-Qur’annya dibakar, umatnya dibantaidan dengan seenaknya saja pengemban Islam di Cap “terrorist”

Ketiga perkara yang telah jelaskan rasulullah di atas benar-benar telah terjadi saat ini, tak berlebihan jika saat ini kaum Muslim berada dalam titik terendah. Naudzu billahi min dzalik.

Pada sisi lain, kondisi seperti itu justru merupakan isyarat bahwa fajar kemenangan akan segera menyingsing. Semula titik terendah,umat Islam terus merangkak naik hingga mencapai puncak, insya Allah. Di tengah kondisi demikian, upayan menegakkan Islam terus makin mendapat sambutan, syaratnya kita istiqomah dalam kebenaran itu.

Menarik apa yang disampaikan oleh Syaikh Mahmas bin Abdullah bin Muhammad al-Jal’ud dalam kitabnya, “Wajib bagi setiap muslim ketika ia mengetahui kebenaran untuk mengikutinya, seraya mengatakan kebenran itu tanpa takut terhadap seorangpun dan tanpa bermain muka pada siapapun. Sebab, hal demikian merupakan bagian dari amar makruf nahi munkar. Orang yang diam dari kebenaran ia adalah setan. Bagaimana mungkin seseorang dapat memiliki rasa takut kepada sesame manusia melebihi rasa takutnya kepada Allah SWT?”(Al-Jal’ud, Al-Maulah wa al-Mu’adah fi asy-Syariat al-Islamiyan, I/287).

Tugas kita adalah menyampaikan kebenaran apa adanya. Kata adalah senjata!
Allahu akbar walillahi alhamd!

Sumber: al-wa'ie No.123 Tahun XI,1-30 November 2010