Kebebasan Itu Omong Kosong

THINK AGAIN about "Freedom/Kebebasan"!!

Liberty?

Are You Sure?

Perumpamaan

Pilih Mau Jadi yang Mana?

Bunga Mawar Merah

When the sky is torn apart, so it was (like) a red rose, like ointment, then which of the favours of your Lord will you deny?

Kamis, 10 Maret 2011

kamu

dirimu...
tentangmu...
sedikit banyak ku tahu...
tentangmu...
pikirku kamu datang bawa segenggam kedamaian...
dikala konflik meraja...
namun ia menguap bersama embun...
tak tersisa...
darinya tumbuh benih...
benih galau...
sungguh...
sungguh aku tak mau...
sampai kapanpun tak mau...

membenci dirimu...
walaupun kamu begitu...
kamu, aku, kita, mereka...
kuharap baik-baik saja...
kini ataupun nanti...
tanpa ada hati yang tersakiti...
lagi...

ciremai 10311

Jumat, 25 Februari 2011

Orang yang Menyambungkan Nafas

Oleh: Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar
Apakah Anda termasuk tipe orang yang sehat, yaitu yang berpandangan hidup positif, cukup gizi, dan cukup gerak?  Dewasa ini makin banyak orang yang kurang gerak.  Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di atas kursi atau kendaraan.  Bahkan untuk jarak tak sampai seratus meter saja, ada yang memilih naik kendaraan bermotor.  Walhasil mereka lebih mudah tersengal-sengal ketika harus berjalan kaki saat tak ada kendaraan, apalagi berlari-lari mengejar pesawat.  Karena itu makin banyak pula yang mengalami keluhan pada organ pernafasannya, baik yang ringan seperti tenggorokan, maupun yang berat seperti jantung.  Serangan jantung menjadi pembunuh nomor satu.  Dan operasi jantung menjadi rutinitas. 

Namun jarang orang tahu, bahwa tanpa seorang ilmuwan Muslim abad 13 M, operasi jantung itu mungkin masih jadi angan-angan.  Orang itu adalah Alauddin Abu al Hassan Ali ibn Abi Hazm al-Quraisyi al Dimashqi atau lebih dikenal dengan nama Ibn an-Nafis, yang lahir 1213 M di Damaskus dan kemudian bekerja di Cairo.

Ibn an-Nafis, seperti banyak ilmuwan di masa Daulah Khilafah, adalah seorang polymath (pakar berbagai ilmu), yaitu ahli hadits, faqih madzhab Syafi'i, ahli bahasa, astronom, dokter bedah, ahli mata, dan ahli jantung.

Ibn an-Nafis adalah orang pertama yang menggambarkan sirkulasi darah di jantung dengan benar.  Penemuannya ini membatalkan teori yang telah berusia 1000 tahun dari Galen, sang filsuf Yunani.  Ibn an-Nafis menyatakan bahwa darah di jantung bilik kanan akan menuju bilik kiri hanya melalui paru-paru, dan bukan lewat pori-pori antar bilik sebagaimana diteorikan Galen.  Teori Ibn an-Nafis ini menurut sejarawan ilmu George Sarton, jauh mendahului William Harvey, yang dianggap penemu peredaran darah dari abad 17.

Namun tidak hanya soal peredaran darah di jantung.  Ibn an-Nafis juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami peredaran darah ke otak, cara kerja otot, syaraf dan mata.  Kaitan antara peredaran darah, otak dan syaraf sangat penting dalam penanggulangan serangan stroke.

Dalam kaitan dengan syaraf ini, dia membedakan antara jiwa (soul) dan ruh (spirit) seraya menolak ide Ibnu Sina maupun Aristoteles yang menganggap bahwa jiwa berada di jantung.  Ibn an-Nafis berargumentasi bahwa jiwa terkait dengan keseluruhan, bukan satu atau beberapa organ.  Kesimpulannya “jiwa berhubungan dengan segala zat yang temperamennya disiapkan untuk menerima jiwa”, dan “jiwa tidak lain adalah kemampuan manusia untuk menyadari dirinya”.  Sedang tubuh adalah terkait kemampuan pengenalan (cognition), perasaan (sensation), khayalan (imagination) dan naluri (animal locomotion), dan ini bukan berasal dari jantung melainkan dari otak.

Selain itu Ibn an-Nafis mengkritik habis teori embriologi (pembentukan janin) baik dari Galen, Aristoteles maupun Ibnu Sina.  Dia berpendapat bahwa sperma laki-laki maupun sel telur perempuan memiliki peluang yang sama untuk mendominasi sifat-sifat janin, tidak selalu laki-laki selalu mendominasi seperti teori sebelumnya.

Pengetahuan Ibn an-Nafis yang luar biasa tak lain juga karena dia adalah pelopor kedokteran eksperimental, termasuk dari bedah mayat.  Dengan itu dia berhasil mengembangkan pemahaman yang lebih akurat atas berbagai proses metabolisme, sistem anatomi, fisiologi, psikologi dan pulsology, yang sebagian menggantikan teori penduhulunya, termasuk dari Ibnu Sina. 

Pada 1242 M, saat usianya baru 29 tahun, Ibn an-Nafis mempublikasikan karyanya yang paling terkenal, yaitu Syarah Tasyrih al-Qanun Ibn Sina atau komentar atas buku Ensiklopedi Kedokteran Ibnu Sina.  Setelah itu dia praktis menulis buku tandingan, The Comprehensive Book of Medicine, yang mencapai 43 jilid saat usianya 31 tahun.  Sepanjang hidupnya, dia menulis sekitar 300 jilid, meski hanya 80 yang sempat dipublikasikan sebelum wafatnya.  Inilah ensiklopedi kedokteran terbesar hingga saat itu.

Pada jilid 33, 42 dan 43 dari ensiklopedi ini, dia merinci tatacara operasi bedah yang untuk kuliahnya dibagi dalam tiga “taklim”.  Taklim pertama tentang prinsip-prinsip bedah.  Di sini dia merinci tahapan-tahapan operasi dan peran serta dari pasien, dokter maupun perawat di setiap tahap.  Taklim kedua tentang peralatan bedah.  Sedang taklim ketiga membahas segala jenis operasi yang telah dikenal hingga saat itu. 

Selain yang bersifat pengobatan, Ibn an-Nafis juga menulis kitab diet untuk membantu penyembuhan dan mencegah sakit.  Kitab ini berjudul Mukhtar fil-Aghdhiya (The Choice of Foodstuffs).  Dia lebih suka bila pasien mengontrol makanannya daripada memberi resep obat.

Selain di profesi keilmuwannya ini, Ibn an-Nafis juga menulis beberapa novel sastra.  Salah satu karyanya berjudul Al-Risalah al-Kamiliyyah fil Sirah an-Nabawiyyah (Kehadiran Kamil pada Sejarah Nabi).  Ini adalah novel pertama yang tergolong “novel-teologis” dan sekaligus ber-genre “fiksi ilmiah”.  Novel ini telah diterjemahkan ke bahasa latin dengan judul “Theologus Autodidactus”.  Novel ini bercerita tentang protagonis bernama Kamil, seorang pembelajar autodidak yang tiba-tiba hidup di sebuah pulau terpencil.  Dia baru kontak dengan dunia luar setelah kedatangan kapal yang terdampar di pulau itu dan membawanya kembali ke dunia berperadaban. Plot cerita ini berkembang menjadi fiksi ilmiah ketika klimaksnya adalah bencana dahsyat yang mendekati hari kiamat (idenya mirip film 2012).  Melalui novelnya ini Ibn an-Nafis menyampaikan berbagai pemikiran filosofisnya terkait keharusan adanya Tuhan, kehidupan, peran para Nabi, asal usul manusia, prediksi masa depan, hari kebangkitan dan sebagainya.   Penguasaannya yang baik atas bahasa dan pengetahuannya yang luas tentang biologi, astronomi dan geologi membuat novel ini ramuan yang sangat menarik antara agama, sastra dan sains.

Ibn an-Nafis hidup di masa kemelut politik yang melanda Daulah, terutama Perang Salib dan Serangan Tartar atas Baghdad yang mencapai Suriah.  Inilah yang membuat dia hijrah ke Mesir.  Kehancuran Baghdad yang juga memusnahkan jutaan buku mendorong Ibn An-Nafis dan banyak ilmuwan Islam lainnya untuk menulis kembali semua pengetahuan mereka untuk menyelamatkan khazanah pengetahuan dunia Islam.  Mereka telah “menyambungkan nafas” ilmiah dunia Islam, hingga kejayaannya masih bertahan enam abad kemudian.[]

Kamis, 24 Februari 2011

Melihat Netralitas Media Terkait Penggulingan Rezim Tiran di Libya

mediaumat.com- Menurut Aljazeera dalam situsnya bahwa berbagai laporan terus menyampaikan tentang puluhan korban meninggal dan terluka. Mereka ini meninggal dalam aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berlangsung beberapa hari lalu, di sejumlah kota Libya, terutama di bagian timur negara dalam rangka "Hari Kemarahan". Sementara itu para demonstrasi melanjutkan aksinya di Benghazi pada hari Jumat lalu.
Aksi protes itu telah dimulai tiga hari lalu, dan di dalam aksi itu pertama kalinya menggema slogan-slogan yang menyerukan penggulingan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, yang telah memerintah Libya selama 42 tahun, dan membuat konstitusi sendiri untuk negara.
Sesungguhnya yang menarik perhatian dari setiap insiden Libya, adalah liputan media tentang apa yang terjadi, dan bervariasinya di antara berbagai saluran satelit dan kantor berita, di mana masing-masing melaporkan sesuai dengan agenda, loyalitas dan afiliasinya.
Channel Aljazeera, misalnya, bukan untuk membatasi, melalui pemberitaannya atas insiden Libya, menunjukkan ketidakpeduliannya, bahkan mencoba untuk memarjinalkan berbagai insiden, dan ini tidak seperti pemberitaan sebelumnya. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Channel Aljazeera dalam memberitakan insiden Mesir, misalnya, di mana ia menganggap dirinya sebagai poros dan penggerak utama dalam pemberontakan di jalanan Mesir, bahkan yang mencambuknya agar melakukan perlawanan terhadap rezim korup.
Perlu dicatat di sini bahwa ketergantungan politik rezim Mesir kepada Amerika, berbeda dengan ketergantungan Qatar (pemilik Aljazeera) kepada 10 Downing Street di London, sehingga perbedaan inilah yang memperlihatkan wajah konflik media internasional tentang Mesir dan masa depannya.
Rezim fasis Gaddafi, adalah rezim yang sangat loyat terhadap Inggris. Dengan demikian media-media yang menjadi corong agen Inggris akan mencoba untuk meminimalisir berita terkait apa yang terjadi, atau setidaknya tidak tergerak untuk melakukan liputan lapangan.
Kembali dengan apa yang terjadi di Libya. Sungguh rezim busuk ini, dengan perjalanannya yang diwarnai kejahatan dan tirani selama lebih dari 40 tahun pemerintahan kolonel pengkhianat, di mana setiap orang, awan maupun terpelajar menyaksikan kejatahan dan kekejamannya baik fisik maupun pemikiran. Dialah pembuat bid'ah dengan nama "Buku Hijau" yang bertujuan menghapus Sunnah Rasulullah Saw. Sementara kelompok di antara kaum Muslim terbaik yang berani mengoreksi atas kezaliman dan kekejiannya, maka ia membunuhnya dan menyiksanya dengan darah dingin. Dan ia membuka pintu bagi para budaknya dari komite revolusioner untuk menangkapi mereka yang ikhlas di antara generasi Libya untu disiksa dan diterornya, bahkan beberapa dari mereka mendapatkan syahid di tangan para penjahat yang menjadi algojonya.
Adapun penjaranya, maka di dalamnya menyengat bau busuk pembantaian terhadap para penghuninya, seperti penjara Abu Salim yang begitu menyakitkan jika disebutkan. Sungguh tiran ini telah biasa menangkapi generasi Libya yang ikhlas dan dimasukkan untuk disiksa dan dilecehkan oleh para penjahat yang mendapat didikan dari Inggris. Semua itu dilakukan semia menjaga kepentinggan Inggris di Libya, dan untuk menjarah setiap kekayaan dan potensinya.
Rezim ini pernah memperlihat watak pengemisnya dan pelacuran politiknya ketika penyerahan kontrol militernya untuk kepentingan CIA, maka ia mengirim Washington dengan tunduk dan terhina untuk menjaga kepalanya setelah pendahulunya tumbang dalam pemerintahan Irak.
Berikut adalah geng penjahat komite revolusioner yang menangkapi generasi muda terbaik Libya yang sedang melakukan aksi long match, dengan dilengkapi senjata berat mereka mengarahkan senjatanya itu pada dada generasi muda Libya yang tidak bersenjata.
Sedangkan yang wajib dilakukan oleh generasi muda Muslim Libya adalah mengerahkan seluruh kemampuan untuk terus menuntut penggulingan rezim secara radikal dan revolusioner. Kemudian menggantinya dengan sistem Islam yang agung, sistem yang mentangkan keadilan dan kemuliaan, yang akan mengakhiri dominasi Inggris, dan mengusirnya hingga tidak berani lagi untuk kembali, mengadili setiap kejahatan yang dilakuakn terhadap generasi kaum Muslim di Libya dan lainnya, serta mencabut rezim Gaddafi dan para algojonya agar mereka menjadi pelajaran bagi para tiran dan diktator lainnya.
Sementara bagi tentara Libya wajib mendukung rakyat dalam mewujudkan tuntutannya untuk perubahan secara radikal, berlepas diri dari rezim busuk, dan beralih menolong Islam[]hti

Rabu, 23 Februari 2011

Biadab, Gaddafi Lakukan Genosida Terhadap Rakyatnya di Tripoli

mediaumat.com- Ibukota Libya diselimuti aksi pemboman keji dari udara dan darat oleh otoritas Libya dan kelompok-kelompok tentara bayaran asing, yang sasarannya adalah para demonstran tak bersenjata yang menuntut lengsernya rezim Kolonel Muammar Gaddafi. Pada saat pasukan tentara bayaran mengepung Tripoli dan bertebaran di jalan-jalan, mereka menembaki warga, sehingga para saksi menyebut aksi kejam itu sebagai operasi genosida dan pembantaian. Sementara di tengah laporan tentang jatuhnya sejumlah besar korban meninggal oleh pemboman, air dan listrik pun di putus dari kota.
Dokter dan sekaligus aktivis, Adel Mohammed Saleh dari Tripoli mengatakan kepada Aljazeera bahwa berbagai helikopter, jet tempur dan kendaraan lapis baja membombardir "secara membabi buta dan barbar" terhadap para demonstran di beberapa kawasan, termasuk Pasar Jum'at, kawasan Andalusia dan kawasan lainnya, di mana kaum perempuan berteriak histeris dan anak-anak menangis.
Dikatakan bahwa Gaddafi melakukan kejahatan besar yang tidak terbayangkan, di mana berbagai pesawat tempur helikopter masih membombardir daerah setelah yang lain diratakan dengan tanah dengan membabi buta. Dijelaskan bahwa ada sejumlah besar korban meninggal, dan jumlah mereka yang terhitung sejauh ini lebih dari 250 orang telah meninggal akibat pemboman keji.
Beberapa saksi mengatakan kepada Aljazeera bahwa pasukan khusus dan para tentara bayaran berkeliaran di jalan-jalan Tripoli, dan mereka menembak secara membabi buta pada setiap orang yang bergerak bahkan mobil-mobil ambulance sekalipun.
Saleh mengungkapkan tentang ketakutan warga Tripoli terkait pemboman terhadap mereka malam ini dengan roket. Saleh menggambarkan apa yang terjadi ini sebagai perang genosida terhadap rakyat Libya oleh Gaddafi. Sehingga ia meminta para tokoh dan bangsa Arab untuk campur tangan guna menghentikan genosida terhadap rakyat tak bersenjata dan tak berdaya. Ia juga mengimbau tentara Libya untuk melindungi rakyat dari penindasan "tiran" Gaddafi.
Terkait masalah tekanan terhadap warga-menurut saksi-rezim Gaddafi memutus air dan listrik ke wilayah Tripoli. Dikatakan bahwa Gaddafi menjalankan kebijakan "penghangusan wilayah" dan melaksanakan ancaman putranya, Seif al-Islam Gaddafi, dalam pidatonya kemarin, di mana ia mengatakan bahwa ia akan membantai hingga orang terakhir. Dan dalam pidatonya ini, ia memberi pilihan kepada rakyat Libya, antara menerima rezim atau menghadapi peperangan.
Pembantaian Tajoura
Beberapa warga daerah Tajoura yang terletak di pinggiran sebelah timur Tripoli menceritakan bahwa mayat puluhan korban meninggal dan terluka tersebar di jalan-jalan. Mereka meminta bantuan melalui Aljazeera. Sebagaimana yang dikatakan para aktivis kepada Aljazeera bahwa bau mayat tersebar di berbagai tempat di tengah suasana ketakutan di mana tentara bayaran mengancam warga dan melarang mereka keluar meninggalkan rumah.
Seorang saksi dari Tajoura mengatakan kepada Aljazeera bahwa puluhan warga meninggal di jalanan, sementara rumah sakit penuh dengan korban di tengah kekurangan persediaan darah. Dikatakan bahwa tentara bayaran dan satu batalion yang mengenakan pakaian dukungan pusat menghujani warga dengan senapan mesin anti pesawat.
Saksi juga menjelaskan bahwa pasukan tentara bayaran menyerbu rumah-rumah di daerah dataran tinggi hijau dan mengepung daerah perumahan di wilayah Mashlom.
Para aktivis Libya mengatakan kepada Aljazeera bahwa apa yang terjadi ini adalah sebagai pembantaian dan genosida yang dilakukan terhadap para demonstran di daerah Tajoura, Tripoli tersebut. Sebagaimana-menurut sumber yang sama-bahwa pasukan tentara bayaran Afrika dan asing telah menyerang dua daerah di Tripoli yang salah satunya adalah Pasar Jum'at.
Sumber itu mengatakan bahwa suara-suara minta tolong dan jeritan perempuan terdengar di Pasar Jum'at setelah tibanya tentara bayaran Afrika di wilayah itu sambil menembakkan senapan mesin mereka pada setiap kerumunan warga Libya yang tak bersenjata, juga membombardir para demonstran di Jalan Republik.
Dalam konteks yang sama, saksi menghubungi Aljazeera dari Pasar Jumat bahwa listrik terputus dari wilayah mereka, sementara tentara bayaran berkeliaran di jalan-jalan dengan senjata anti-pesawat dan membombardir warga. Dikatakan bahwa jalan-jalan penuh dengan mayat dan korban terluka yang belum terjangkau oleh mobil ambulance.
Seorang aktivis, Albulazi mengkonfirmasi-dalam percakapan telepon dengan Aljazeera dari pulau Surman dekat ibukota Tripoli-bahwa pesawat-pesawat tempur membombardir tempat-tempat di Tripoli. Ia mengutip dari beberapa saksi bahwa mereka melihat kawanan pesawat tempur melintasi daerah Zonzor (area Visit) dekat ibukota.
Albulazi mengumpulkan informasinya dari sumber-sumber di angkatan udara Libya yang mengkonfirmasikan bahwa mereka yang menjadi pilot pesawat bukan orang Libya.
Albulazi mengutip dari para perwira yang memberontak bahwa batalion Muhammad Muqrif yang diandalkan oleh Gaddafi dan ditugasi untuk melindungi Bab Azizia (markas komando di Tripoli) sejumlah perwiranya telah menyerah. Ini berarti, awal kekalahan besar "bagi organ penekan Gaddafi".
Membombardir Jalan
Dalam konteks ini, Ali Zeidan mantan diplomat Libya di Munich mengatakan kepada Aljzazeera bahwa kerumunan para demonstran yang berasal dari berbagai kota yang dekat dengan Tripoli dibombardir dari pesawat untuk mencegah mereka sampai, namun para demonstran bertekad untuk bisa sampai ke Tripoli, meskipun mereka dihujani bom.
Perkembangan ini terjadi setelah seruan untuk mengadakan aksi long match jutaan massa di kota pada hari Senin. Seruan itu ditujukan pada seluruh kota dan daerah yang dekat Tripoli untuk menuju Tripoli dalam rangka berpartisipasi dalam aksi.
Beberapa saksi juga mengatakan bahwa telah terjadi pembakaran beberapa gedung pemerintah, di mana kebakaran terjadi di gedung utama pemerintah di ibukota.
Ini dilakukan ketika otoritas memutus semua akses dari Libya di tengah seruan bantuan dari para aktivis di berbagai suku untuk bergerak ke kota dalam rangka menumbangkan rezim Qadhafi.
Penjarahan Bank
Kemarin sore-menurut keterangan beberapa saksi-di Tripoli telah terjadi bentrokan di alun-alun al-Hadhra' (Hadhra' Square) antara ribuan demonstran dengan pendukung rezim.
Beberapa saksi mata mengatakan bahwa aparat pasukan keamanan menjarah bank-bank dan lembaga-lembaga pemerintah di ibukota Libya. Sementara kantor berita Prancis, AFP mengutip dari para saksi yang mengatakan bahwa pasukan keamanan telah mengobrak-abrik kantor pusat televisi pemerintah di Tripoli dan membakar gedung-gedung pemerintah.
Para saksi juga mengatakan bahwa para prajurit Libya telah menghilang dari semua jalan-jalan di Tripoli, dan kemudian bergabung dengan para demonstran. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh seorang perwira di Keamanan Publik Libya, Kolonel Ahmed Osman kepada Aljazeera bahw sejumlah besar perwira polisi dan pasukan bersenjata telah bergabung dengan massa di ibukota.
Kontor Pusat Komunikasi Libya-pusat pengawasan berita Libya sepanjang waktu-mengutip dari sumber-sumber di Tripoli yang mengatakan bahwa Kamp Kamis di daerah Tajoura di ibukota dan pabrik tembakau pemerintah di Darby, di kedua tempat itu dipenuhi oleh tentara bayaran Afrika, di mana mereka telah dipersenjatai untuk menyerang para demonstran di ibukota.
Beberapa sumber yang sama juga melaporkan bahwa tentara bayaran Afrika telah menyerang wilayah Ben Ashour di Tripoli, dan menimbulkan korban meninggal, sebagaimana mereka juga melakukan aksi perampokan dan penjarahan. (aljazeera.net)

Minggu, 20 Februari 2011

Globe yang tak Sekadar Mainan

Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar
Anda di rumah memiliki globe (bola dunia)?  Untuk apa?  Saat ini banyak pengasong menjual globe murah buatan Cina di beberapa perempatan Jakarta.  Sebagian memang didesain untuk dapat dipajang di meja kelas.  Sebagian lain untuk dipakai main lempar bola di kolam renang.
Tahukah Anda bahwa sekitar 1000 tahun yang lalu, globe adalah sebuah masterpiece.  Hingga saat itu belum semua ilmuwan sepakat bahwa bumi itu bulat.  Tetapi Abu Abdullah bin Muhammad bin Abdullah bin Idris asy Syarif atau dikenal sebagai Al-Idrisi (1100 M – 1165 M) percaya, dan dialah pencipta pertama peta dunia dalam bentuk globe seperti yang kita kenal sekarang!
Sebenarnyalah, al-Idrisi mampu melakukan itu karena sejumlah politisi dan ilmuwan telah membukakan jalan.  Berabad sebelumnya, Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Al-Makmun mendorong para ilmuwan Muslim untuk menerjemahkan buku-buku ilmiah kuno dari Yunani ke dalam bahasa Arab.  Beberapa naskah penting Yunani yang diterjemahkan adalah: Almagest dan Geographia.
Khalifah Al- Makmun (813 M - 833 M) memerintahkan para geografer Muslim untuk mengembangkan geodesi, yaitu teknik mengukur jarak di atas bumi. Umat Islam pun akhirnya bahkan mampu menghitung volume dan keliling bumi. Lalu Al-Makmun memerintahkan untuk menciptakan peta bumi yang besar. Musa Al-Khawarizmi bersama 70 geografer lainnya akhirnya mampu menyelesaikan tugas ini pada tahun 830 M.  Kemudian Khawarizmi juga menulis kitab geografi yang berjudul “Surah Al-Ard” (tentang geomorfologi), sebuah koreksi terhadap karya Ptolemaeus. Kitab itu menjadi landasan ilmiah bagi geografer Muslim klasik. Pada abad yang sama, Al-Kindi juga menulis sebuah kitab berjudul “Keterangan tentang Bumi yang Berpenghuni”.
Ilmu geografi pun makin berkembang. Di awal abad-10 M, Abu Zayd Al-Balkhi mendirikan akademi survei dan pemetaan di Baghdad.  Di abad-11 M, Abu Ubaid Al-Bakri menulis kitab “Mu'jam Al-Ista'jam” (Eksiklopedi Geografi) dan “Al-Masalik wa Al-Mamalik” (Jalan dan Kerajaan).
Al-Idrisi lahir pada tahun 1100 di Ceuta Spanyol.  Pada usia muda dia sudah gemar bepergian ke tempat-tempat yang jauh, ke Eropa, Asia dan Afrika, untuk mengumpulkan sendiri data dan fakta geografi.  Walhasil, pada usia di bawah 30 tahun, dia sudah menulis kitab geografi berjudul “Nuzhat al Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat” (Tempat Orang yang Rindu Menembus Cakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh di Barat sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, “Geographia Nubiensis”.
Kemasyhuran dan kompetensi al-Idrisi didengar oleh Raja Roger II dari Sicilia (1129 M – 1140 M).  Ia mengundang dan memfasilitasi al-Idrisi untuk membuat peta dunia paling baru saat itu.  Al-Idrisi menyanggupi namun mengajukan syarat bahwa dalam peta itu ia ingin memasukkan data wilayah Sicilia yang pernah 200 tahun berada di bawah kekuasaan kaum Muslim sebelum Raja Roger berkuasa.  Raja Roger setuju.
Peta pesanan Raja itupun diwujudkan oleh al-Idrisi dalam bentuk globe dari perak seberat 40 kg yang secara cermat memuat pegunungan, sungai-sungai, kota-kota besar, dataran subur dan dataran gersang, lengkap dengan informasi tinggi di beberapa titik.  Karya ini dilengkapi sebuah buku berjudul “Kitab Al-Rujari” (Roger's Book) sebagai bentuk penghormatan ke Raja Roger.
Kitab ini diakui dunia sebagai bentuk deskripsi paling teliti dan cerrmat tentang peta dunia pada abad pertengahan.  Bahkan buku tersebut menjelaskan keberadaan sebuah pulau yang terletak sangat jauh dan terpencil, seperti sebuah pulau es (mungkin Islandia), di mana perjalanan mencapai pulau itu sangat sulit karena dipenuhi kabut dan lautan yang sering dilewati bongkahan-bongkahan es berbahaya yang hanyut.
Ia juga menggambarkan tentang “Laut Gelap” yang kemudian dinamai Atlantik.  Al-Idrisi menyebut penduduk asli yang mendiami pulau di laut tersebut sebagai penduduk Inggris.
Peta dan globe buatan al-Idrisi, sekalipun di beberapa area masih kosong (karena saat itu belum ada informasi tentang keberadaan benua Amerika atau Australia), namun secara umum sudah memberikan gambaran yang akurat kepada masyarakat, terutama bangsa Eropa.  Mereka menggunakan peta itu untuk melakukan penjelajahan dunia – bahkan berakhir dengan penjajahan!
Selain membuat peta dunia dan globe, al-Idrisi juga menciptakan beberapa metode baru untuk mengukur garis lintang dan bujur, menulis kitab “Nuzhat al Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat” yang berguna untuk orang-orang yang ingin mengadakan perjalanan menembus berbagai iklim.  Ini adalah sebuah ensiklopedia yang berisi peta yang digambar rinci dan informasi lengkap dari negara-negara yang pernah dikunjunginya.  Buku ini diterjemahkan dan diedarkan oleh orang Barat dalam bahasa Latin berkali-kali, dan pada tahun 1619 (hampir 4 abad kemudian!), diterbitkan di Roma dengan judul “Geographia Nubiensis” dalam versi cetak, karena saat itu mesin cetak sudah ditemukan.
Namun al-Idrisi masih menulis beberapa buku lagi.  Pertama sebuah ensiklopedia yang lebih komprehensif “Rawd-un-Naas wa-Nuzhat al-Nafs” (Kenikmatan Manusia dan kesenangan Jiwa), “Shifatul Arab” (Karakter bangsa Arab), dan “Kharithanul 'Alamil ma'mur minal Ardh” (Sumber daya alam dunia).  Karya-karya ini juga diterjemahkan ke berbagai bahasa, antara lain Spanyol (1793), Jerman (1828), Perancis (1840) dan Italia (1885).[]

Minggu, 13 Februari 2011

bayi bukan anak sapi!!

Ramainya media  membicarakan susuformula yang mengandung bakteri Enterobacteri sakazakii. Ada yang tak peduli banyak juga yang peduli.  Bagi ibu yang mencintai buah hatinya tentu kabar ini sangat mengejutkan, mereka khawatir akan dampak dari bakteri ini jika dikonsumsi buah hatinya. Enterobacteri sakazakii sangat membahayakan kesehatan karena dalam tempo 8 tahun, anak-anak yang mengkonsumsi susu formula yang mengandung bakteri ini bisa mengidap penyakit radang otak.

Jika kita hitung apabila ada satu juta bayi di Indonesia yang telah mengkonsumsi susu formula untuk bayi produksi tahun 2003-2006, maka di tahun 2011-2014 akan ada ledakan anak-anak yang menderita radang otak di Indonesia. Penyakit ini bisa mengakibatkan kemunduran behavior atau rawan gangguan perilaku para penderitanya.

Di balik itu semua, sebenarnya kita masih beruntung karena ada orang yang mau mengingatkan adanya bahaya susu bayi berbakteri yang beredar di tanah air. Berkat penelitian Dr Sri Estuningsih pada 2008 itulah terungkap bahwa terdapat 21 merek susu di pasaran yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi. Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menemukan adanya Enterobacteri sakazakii di dalam 21 merek susu yang biasa dikonsumi anak-anak di Indonesia.

Tahun penelitian yang dilakukan peneliti IPB itu sama persis dengan tragedi susu beracun di Cina yang menewaskan anak-anak di negeri Tirai Bambu tahun 2008. Namun ada perbedaan yang sangat mencolok dalam penanganan susu bermasalah bagi anak-anak di dua negara, Indonesia dan Cina.

Di negeri Cina, begitu ditemukan susu beracun yang mengandung melamin hingga 500 kali melebihi batas yang diizinkan, pemerintahnya langsung melakukan langkah tegas dan penting. Mereka menyita 38 ton susu bubuk beracun. Langkah ini dilakukan karena setidaknya enam anak dilaporkan tewas dan sekitar 30.000 anak jatuh sakit di Cina.

Sebaliknya, penanganan oleh pemerintah Indonesia terkesan misterius dan tertutup. Hasil penelitian yang dilakukan Dr Sri Estuningsih justru disanggah pihak-pihak yang membidangi soal kesehatan masyarakat di Indonesia. Keanehan kembali muncul karena Badan Pemantau Obat dan Makanan (BPOM) justru melakukan penelitian di tahun 2008 dan menyatakan tidak ditemukan adanya susu yang mengandung bakteri. Padahal seharusnya penelitian yang mereka lakukan terhadap produk susu produksi tahun 2003-2006.

Bahkan jika saja Mahkamah Agung (MA) RI tidak memenangkan gugatan warga bernama David Tobing kepada Menteri Kesehatan RI untuk mengumumkan susu formula produksi 2003-2006, Menkes RI dr Endang Rahayu Sedyaningsih tidak kalang kabut dibuatnya.

Dalam pernyataan terbarunya, Kamis (10/2), Menkes akhirnya mengakui ada bakteri di dalam kandungan susu bayi yang beredar di masyarakat. Namun bakteri tersebut bisa mati jika para orang tua tahu cara memberikan susu yang baik dan benar. Seperti dianjurkan menggunakan air yang dimasak hingga mendidih. Biarkan air selama 10-15 menit agar suhunya turun menjadi tidak kurang dari 70 derajat celcius.

Terlepas dari penjelasan positif Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, kita tetap perlu kritis. Pertama, Menkes tidak secara jelas mengklarifikasi 21 merek susu yang mengandung bakteri yang beredar di pasaran. Kedua, kita khawatir pemerintah canggung untuk mengumumkan  merek-merek susu bermasalah karena memiliki keterkaitan dengan investasi pabrik-pabrik susu yang sebagian besar merupakan investor asing.

Terakhir, sebagai saran kepada orang tua, alangkah baiknya jika bayi-bayi kita diberi air susu ibu (ASI). ASI jelas-jelas merupakan anugerah dari Allah SWT dan terbebas dari zat-zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan bayi, penyajiannya pun tidak serepot susu formula. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak kita tidak disebut sebagai anak sapi karena sebagian besar kandungan susu formula untuk bayi berbahan utama susu dari sapi.

Sabtu, 12 Februari 2011

Mubarak Lengser Sukacita Mewarnai Seluruh Mesir

mediaumat.com- Mayor Jenderal Omar Suleiman mengatakan bahwa Hosni Mubarak mengundurkan diri dari kursi kepresidenan di Mesir, dan Dewan Agung memerintahkan angkatan bersenjata untuk menjalankan urusan negara.
Wakil Presiden, Mayor Jenderal Omar Suleiman menyampaikan pernyataan dari gedung  televisi sebagai berikut:
"Dalam iklim yang menghantui negeri saat ini, Presiden Mohammed Hosni Mubarak memutuskan untuk melepaskan jabatan Presiden. Selanjutnya Dewan Agung memerintahkan angkatan bersenjata untuk menjalankan urusan negara. Semoga Allah memberkati dan memberi pertolongan."
Setelah pengumuman pengunduran diri Mubarak, sukacita luar biasa bersinar di antara jutaan demonstran yang berkumpul di Tahrir Square serta di tempat-tempat lain di Kairo dan provinsi-provinsi Mesir lainnya. Sementara ribuan demonstran terus menyanyikan yel-yel "Rakyat menjatuhkan rezim". Bahkan sejumlah wanita yang berada di balkon rumahnya tampak histeris karena bahagia mendengar lengsernya Mubarak.
Sukacita juga mewarnai para demonstran di Corniche el-Nil di depan gedung TV dengan terus menyanyikan yel-yel "Rakyat dan militer bersatu", dan rakyat ingin mengadili presiden "kemenangan bagi Mesir".
Beberapa demonstran membagi-bagikan jus dan sirup pada setiap orang yang sedang bersukacita dengan lengsernya Mubarak.
Juru bicara Partai Nasional yang berkuasa, Muhammad Abdullah mengatakan kepada kantor berita Perancis AFP bahwa Presiden Mesir Hosni Mubarak berada Sharm el-Sheikh, yaitu setelah sumber yang dekat dengan pemerintah mengatakan bahwa Mubarak meninggal Kairo dengan didampingi oleh seluruh keluarganya.
Presiden Mesir pada Kamis malam mengumumkan penyerahan kekuasaankepada wakilnya, Omar Suleiman, setelah permintaan dari Dewan Rakyat untuk mengamandemen konstitusi, terutama pencabutan ketentuan yang mempersulit pencalonan presiden, dan menetapkan batas maksimal periode sebagai presiden.
Jutaan demonstran turun ke jalanan pada Jumat di Kairo dan Alexandria, serta di beberapa provinsi lainnya setelah shalat Jumat untuk menuntut lengsernya Mubarak dan rezimnya. Mereka menyatakan bahwa penyerahan kekuasaan kepada wakilnya, Omar Suleiman, semua itu tidak cukup.
Dalam upaya untuk menenangkan kemarahan yang dipicu oleh pidato Mubarak, maka militer Mesir mengeluarkan pernyataan menjelang siang hari Jumat yang menyatakan bahwa militer "menjamin" reformasi politik yang diumumkan oleh Mubarak. Hanya saja pernyataan ini justru semakin menambah rasa frustasi para pengunjuk rasa.
Mesir, sejak tanggal 25 Januari diselimuti oleh berbagai aksi demonstrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menuntut lengsernya Mubarak, yang telah berkuasa selama tiga dekade.
Dan selama berlangsungnya aksi, setidaknya 300 warga telah syahid ketika pasukan keamanan mencoba menekan para demonstrasi pada sepuluh hari pertama.
Sementara sejak 3 Februari, pasukan militer yang ditempatkan di jalan-jalan memberi kesempatan untuk para demonstran melakukan aksinya secara damai tanpa ada intervensi apapun (istdy)

Jumat, 11 Februari 2011

senandung rindu

dalam hitamnya malam
hingar bingar siang
tenggelam bersamanya
sepi dalam kelam
rindu ini mencekam
menusuk hingga rusuk bergetar
tengadah hanya terlihat satu warna
hitam
kelam
nampak satu redup hampir tenggelam
tenggelam dalam kelamnya malam

iapun bersenandung
sayup pilu
senandung rindu
rindu cahaya
cahaya nan abadi