Kebebasan Itu Omong Kosong

THINK AGAIN about "Freedom/Kebebasan"!!

Liberty?

Are You Sure?

Perumpamaan

Pilih Mau Jadi yang Mana?

Bunga Mawar Merah

When the sky is torn apart, so it was (like) a red rose, like ointment, then which of the favours of your Lord will you deny?

Rabu, 26 Januari 2011

Hati-hati! Racun BPA di Struk Pembayaran

Washington, Ancaman bahan beracun dalam bahan plastik yang dikenal dengan BPA (Bisphenol-A) terus berlanjut. Jika dulu yang diwaspadai hanya botol susu dan botol minuman, kini ancaman BPA juga terdapat pada struk pembayaran.

Studi terbaru menemukan bahwa struk pembayaran mengandung kadar bisphenol A (BPA) yang tinggi. Dalam penelitian terbaru ini baru pada kertas struk pembayaran di negara Amerika, namun diduga di negara lain pun tidak jauh berbeda.

Tim dari AS menguji struk pembayaran yang terbuat dari kertas termal yang dikumpulkan dari 22 pusat belanja dan kafe di Amerika. Peneliti menemukan separuh dari kertas tersebut mengandung kadar BPA dalam jumlah besar. BPA yang digunakan ini untuk membuat tinta agar terlihat pada struk pembayaran termal.

Zat kimia yang menyerupai hormon estrogen pada perempuan ini diketahui dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan, terutama untuk anak-anak muda.

Jika seseorang memegang kertas tersebut selama 10 detik, maka akan memindahkan 2,5 mikrogram BPA dari kertas ke jari seseorang. Sedangkan jika menggosoknya akan meningkatkan jumlah BPA yang berpindah ke jari sekitar 15 kali lipat.

Peneliti mengungkapkan sejak BPA ditemukan pada lapisan tepung dalam kertas termal, ilmuwan telah menemukan pula kandungan BPA di dalam objek-objek lainnya. BPA masih banyak digunakan dalam botol air plastik, kaleng minuman ringan, kasus telepon seluler dan juga komputer.

Sementara peneliti dari Washington Toxics Coalition and Safer Chemicals menemukan bahan kimia pada 21-22 kertas tagihan yang diuji, meskipun kandungannya dalam tingkat yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan struk pembayaran.

Lebih dari 130 penelitian selama dekade terakhir menunjukkan tingkat BPA yang tinggi berhubungan terhadap masalah kesehatan serius, termasuk kanker payudara, obesitas dan pubertas dini.

Pada November 2010, Uni Eropa telah memberikan larangan penggunaan BPA dalam botol susu bayi. Karena hasil studi dari hewan uji menunjukkan zat tersebut mempengaruhi perkembangan saraf dan perilaku tikus laboratorium jika terpapar BPA saat masih di kandungan atau di awal kehidupannya. Sedangkan negara pertama yang melarang pemakaian BPA adalah Kanada.

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan hubungan antara paparan BPA yang rendah dengan masalah kesehatan yang merugikan.

Peneliti  WHO menemukan kandungan BPA yang ditemukan dalam urine seseorang memiliki kadar yang relatif sama dengan BPA yang masuk ke tubuhnya. Artinya sebagian besar atau mungkin bahkan semuanya bisa diekskresikan atau dikeluarkan secara alamiah dari dalam tubuh.

"Untuk itu diperlukan aturan hukum yang kuat mengenai penggunaan bahan kimia tersebut dalam struk pembayaran, tagihan dan banyak produk lainnya," ujar Andy Igrejas, direktur Safer Chemicals, seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (12/12/2010).

Sumber : detik.com diskes

Selasa, 25 Januari 2011

Media AS Dikuasai Kaum Salibis untuk Melawan Kaum Muslim

mediaumat.com- Tampaknya Amerika mulai hilang kesabarannya ketika dihadapkan pada fakta yang tidak ingin seorangpun membongkarnya, sekalipun orang itu adalah orang Amerika dan sekaligus tokoh media terkemuka. Akibatnya, tokoh media Amerika terkemuka, Seymour Myron Hersh menghadapi berbagai kecaman di Amerika karena kuliah yang ia berikan di Qatar. Di mana dalam kuliahnya itu Hersh mengatakan: "Angkatan bersenjata Amerika diarahkan dan dikendalikan oleh kaum salibis dan fundamentalis Kristen yang  bertujuan untuk mengubah masjid menjadi gereja."
Kuliah Doha
Fakultas Urusan Internasional di Georgetown University di Qatar telah mengundang Hersh di Doha baru-baru ini untuk memberikan kuliah berjudul: "Politik Luar Negeri Obama-Bush: Mengapa Amerika Tidak Mampu Berubah". Kuliah itu sebagai bagian dari rangkaian kuliah berharga yang disponsori oleh Georgetown Center untuk Studi Internasional dan Regional. Dalam kuliahnya itu Hersh berkata: "Jenderal Stanley McChrystal, mantan panglima pasukan Amerika di Afghanistan adalah salah satu dari sekian banyak perwira senior di militer AS yang menjadi pendukung atau anggota organisasi Katolik, seperti "Opus Dei" dan "Knights of Malta".
Hersh, yang merupakan salah satu investigasi jurnalis terkemuka di Amerika Serikat mengatakan bahwa para penasehat mantan Presiden George W. Bush dari neo-konservatif, maka mereka itu bekerja sesuai dengan politik yang mengatakan "kami akan mengubah masjid menjadi katedral". Ia menambahkan: "Ini bukan sebuah sikap yang dimiliki oleh sebagian dari tentara itu, melainkan perang salib secara tekstual. Mereka menyebut dirinya sebagai pelindung umat Kristen. Mereka melindungi umat kristen dari ancaman kaum Muslim, seperti yang terjadi pada abad ketiga belas. Dan ini ini adalah tugas mereka." Hersh menyatakan penyesalannya bahwa Presiden Barack Obama melalaikan perubahan politik luar negeri AS. Bahkan ia berkata: "Sekalipun kami telah memprotes seorang pria kulit hitam yang marah, kami belum mendapatkannya."
Pernyataan Hersh ini mendapat kecaman luas di Amerika Serikat, khususnya dari David Bolger, juru bicara Jenderal McChrystal, yang mengatakan: "Jenderal McChrystal tidak pernah di Knights of Malta. Sehingga perkataan Hersh itu tidak benar dan tidak berdasar." Pernyataan Hersh juga dikritik oleh Ketua Liga Katolik, Anthony William Donohue, yang biasa dipanggil Bill Donohue, yang berkata: "Hersh sudah biasa mengkritik semua lembaga-lembaga Amerika, maka perkataannya tentang Knights of Malta bukan hal yang mengejutkan."
Perang Salib Terhadap Kaum Muslim
Sumber di "Pentagon" tidak menyangkal bahwa ada sedikit bukti tentang konspirasi fundamentalis yang begitu luas di dinas kemiliteran. Dan meskipun beberapa insiden terkait upaya-upaya para perwira militer yang meyakinkan personilnya agar menganti agamanya dan memeluk Kristen, namun militer AS menolak perilaku ini.
Hersh mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis lalu bahwa "Tidak ada yang mengatakan bahwa perang itu sepenuhnya adalah perang salib, namun para pemimpin pasukan khusus menggiring pada gagasan bahwa itu adalah perang salib."
Hersh mengatakan bahwa istilah "seorang pria kulit hitam yang marah" adalah citra simbolik yang sering digunakannya dalam berbicara dan disambut tertawa oleh para pendengarnya. Tokoh media AS, Hersh menulis artikelnya yang pertama di majalah "New Yorker" pada tahun 1971. Dan sejak 1993 ia menulis secara teratur, serta diperhitungkan berkat laporan-laporan yang dipublikasikannya pada tahun 2005 tentang perlakuan buruk Angkatan Bersenjata AS terhadap para tahanan di penjara Abu Ghraib.
Dalam hal ini sama saja, apakah para pejabat AS membantah pernyataan Hersh yang dikatakan saat memberikan kuliah di Doha, atau menguatkannya, maka yang pasti adalah bahwa George W. Bush melancarkan perang salib terhadap dunia Islam, dan meneror kaum Muslim di seluruh dunia. Di mana Bush berkata: "Siapa saja yang menolak bersama kami, maka ia musuh kami." Dan sayangnya, perang terhadap kaum Muslim masih berkecamuk hingga saat ini (istdy)

Senin, 24 Januari 2011

Doktrin Gereja Sebabkan Krisis & Perpecahan

Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center
Doktrin Trinitas bukanlah ajaran yang diturunkan dari Tuhan. Doktrin Trinitas hanya digagas dan diterapkan lewat penyelenggaraan konsili di sepanjang sejarah.
Doktrin gereja mempunyai sekian banyak kelemahan sehingga selalu saja menimbulkan perpecahan-perpecahan baik di awal kekristenan hingga kini. Dalam hal ini yang saya maksud adalah doktrin Gereja Katholik yang mengklaim diri sebagai Kristen paling awal.
Krisis gereja tidak lain dan tidak bukan, diakibatkan karena doktrin gereja yang mendapat pertentangan baik dari gereja Kristen yang lain maupun dari lembaga-lembaga Katholik, badan-badan di bawah Sri Paus. Dan Sri Paus, terutama Yohanes Paulus II telah melakukan upaya sedemikian rupa untuk meredam gejolak akibat krisis tersebut, sebagaimana isi Konsili Vatikan II tahun 1965 M.
Sebenarnya akar krisis ini telah muncul sejak dua ribu tahun silam, di mana di dalamnya memuat hal-hal yang kontradiksi yang dianggap tidak dapat diterima atau tidak sejalan dengan logika karena disebabkan beberapa penyimpangan-penyimpangan yang telah terbukti secara ilmiah dan secara dokumenter, sebagaimana akal para Kristen yang juga tidak lagi dapat menerimanya pada saat ini.
Beberapa unsur penting yang membentuk doktrin Kristen yaitu: Trinitas, Yesus, Rahasia-rahasia, Injil-Injil dan beberapa wasiat. Kita akan membahas satu persatu doktrin Kristen ini secara berkelanjutan yang dibagi beberapa edisi seperti tulisan-tulisan yang lalu.
Trinitas
Trinitas adalah salah satu dari pondasi dasar tempat tegaknya agama Kristen. Doktrin ini menyatakan demikian, “Bapa adalah Tuhan, anak adalah Tuhan dan Roh kudus adalah Tuhan, akan tetapi hanya ada satu Tuhan, Tuhan dalam tiga oknum” (Encyclopedia Bordas, 231/1)
Perlu diketahui, orang-orang Kristen tidak mengenal kata Trinitas sebelum penghujung abad kedua. Penggunaan Trinitas pertama adalah dalam buku Theophilus Antholacy untuk Autolycus (A.Autolycus. Dieu: Pere, Fils, Espirit). Hal ini membuktikan bahwa Trinitas sama sekali tidak tersebut dalam Al Kitab/Bibel. Tapi merupakan doktrin yang telah tersusun seiring dengan perjalanan waktu.
Pengenalan Trinitas pada abad-abad pertama inilah yang menyebabkan sejumlah perpecahan yang akhirnya menyebabkan digelarnya Konsili Nicea I pada tahun 325 M. Seorang uskup dari Alexandria bernama Arius (256-336 M) berpendapat bahwa Yesus yang disebut Anak, bukanlah berasal dari karakter ketuhanan Bapa. Sebab Bapa bersifat azali; tidak berawal tidak berakhir. Sedangkan anak adalah dilahirkan, artinya ia memiliki awal dan akhir, bersifat materi fisik, artinya ia diciptakan, dan ia bukanlah tuhan. Namun Arius dan pengikut-pengikutnya justru dikucilkan dan dikecam dalam Konsili Nicea.
Setelah Konsili Nicea I, banyak orang-orang Kristen yang terbunuh akibat tidak mau menerima keputusan Konsili I, termasuk para pengikut Arius. Di sini tampak kepentingan politis Kaisar Konstantin yang menggunakan Gereja untuk mempertahankan keutuhan wilayahnya.
Perpecahan dalam gereja dan cabang-cabangnya pun makin bertambah parah sehingga kemudian diselenggarakan Konsili Konstantin II pada Juli tahun 381 M. Di Konsili ini ditetapkan penerapan doktrin secara final terhadap semua orang tanpa kecuali yang bentuknya telah digagas pada Konsili Nicea I, disertai pengasan bahwa Roh Kudus adalah sama dengan Tuhan dan Yesus!
Akan tetapi gagasan ini tak bisa sepenuhnya diterima. Pada September di tahun yang sama, secara mendesak akhir-nya terselenggara Konsili Ecuila di Italia untuk menolak keputusan yang dihasilkan Konsili Konstantin. Konsili Fairul di sebelah Utara Timur Italia yang berlangsung pada tahun 796 M isinya mengecam gereja Yunani akan konsep Roh Kudus. Pada tahun 807 M Gereja Yerussalem (Al Quds) menetapkan konsep penyamaan antara Roh Kudus dengan Bapa dan anak. Inilah yang menyebabkan lebih banyak lagi perten-tangan dan konflik.
Tahun 809 M, Konsili Exlachabl di selatan Perancis mengakui konsep Trinitas, tapi para pembesar keuskupan Prancis menolak memasukkan konsep tersebut secara resmi dalam doktrin Kristen. Selan-jutnya, tahun 1099 M bulan Oktober, Konsili Bari di selatan Italia, gereja Yunani mengakui konsep Trinitas.
Dari pemaparan di atas kita dapat melihat bahwa Doktrin Trinitas bukanlah ajaran yang diturunkan dari Tuhan. Doktrin Trinitas hanya digagas dan diterapkan lewat penyelenggaraan konsili di sepanjang sejarah. Hal ini bisa dibuktikan lewat dokumen-dokumen sejarah dan gereja, kendati ada upaya penyelewengan dan penutupan sejarah terhadap dokumen-dokumen tersebut.
Dari sini kemudian terbukti bahwa ada tangan-tangan yang tak bertanggung jawab yang mempermainkan kitab Injil. Yaitu keberadaaan ayat Matius 28:19, yang berbunyi demikian, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”
Sebagaimana diketahui, ayat ini sesungguhnya ditulis setelah tahun 70 atau 80 M. Yakni tepatnya setelah Konsili I Al Quds tahun 51 M. Penempatan ayat tambahan ini dalam Injil Matius membuktikan terjadinya proses penyelewengan dalam Injil. Karena sejak awal hingga akhir masa kenabian Isa as, ia selalu menekankan perbedaan antara dirinya dengan Tuhan (Markus 12:29-30; Markus 13:32; Matius 19:17; Yohanes 20:17; Yohanes 14:28; Matius 4:10; Matius 21:11; Matius 23:9; Lukas 7:16; Lukas 13:33; Yohanes 6:14; Yohanes 8:40; Lukas 24:19; Yohanes 14:24; Markus 12:29-30; Markus 13:32; Matius 19: 16-17).

Minggu, 23 Januari 2011

Kejadian Legionella di Bali

class='kol_img_news' Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus menyelidiki dugaan wabah legionella di Bali setelah dilaporkan ada beberapa turis Australia terkena serangan bakteri tersebut. Bakteri ini menyerang saluran pernafasan.
"Tadi pagi tim baru datang dari Bali dan akan memeriksa sampel di laboratorium kami di Yogyakarta. Mungkin hasilnya seminggu lagi baru ketahuan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu.
 Selama melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan adanya wabah tersebut, Dinas Kesehatan terkait disebut Tjandra telah melakukan desinfektan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penularan. "Ada dua daerah yang dilakukan desinfektan," katanya.
Tjandra mengungkapkan pihak Kementerian Kesehatan dari Australia telah menghubungi pihaknya mengenai kemungkinan adanya wabah lewat jaringan International Health Regulations (IHR) yang diikuti kedua negara.
Adanya jaringan tersebut memang mewajibkan suatu negara untuk melaporkan adanya dugaan kasus wabah agar dapat ditangani dan untuk antisipasi penularan selanjutnya.
 Sementara itu, sebanyak 10 orang turis asal Australia telah dipulangkan karena terjangkit penyakit legionella yang merupakan suatu penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri Legionella dan menyerang saluran napas di paru-paru.
Apa itu Legionaire Disease?
Dalam bahasa Inggris penyakit ini disebut Legionaire Disease dan masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Bakteri Legionella biasanya berkembang di air, khususnya pada lingkungan yang hangat seperti pada bak mandi dengan air panas, tangki berisi air panas, sistem pipa dan sistem pendingin udara.
Dalam situs kalbe.co.id, legionellosis adalah suatu penyakit infeksi bakteri akut yang bersifat new emerging diseases. Secara keseluruhan baru dikenal 20 spesies dan penyebab Legionellosis adalah Legionella pneumophila.
 Legionellosis terjadi di Philadelphia Amerika Serikat pada tahun 1976 dengan jumlah kasus 182 dan kematian 29 orang.
Di Indonesia kasus ini ada di sejumlah tempat antara lain di Bali (1996), di Karawaci Tangerang (1999), dan di sejumlah kota lainnya. Dari hasil survai tahun 2001 atas petugas air menara sistem pendingin di hotel-hotel di Jakarta dan Denpasar ditemukan hampir 90 persen  pernah terpajan bakteri Legionella.
Bakteri Legionella biasa hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, air menara sistem pendingin di gedung bertingkat, hotel, spa, pemandian air panas, dan air tampungan sistem air panas di rumah-rumah.
Juga air mancur buatan yang tidak terawat baik, endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran, atau benda asing lainnya. Bakteri ini juga terdapat di peralatan rumah sakit seperti alat bantu pernafasan.
Legionella pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit.
Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2­6 mg/l. Legionella dapat hidup pada suhu antara 5,7°C - 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C - 45°C.
Penularan Legionella pada manusia, antara lain melalui aerosol di udara atau minum air yang mengandung Legionella; dapat pula melalui aspirasi air yang terkontaminasi, inokulasi langsung melalui peralatan pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi. Masa inkubasi 1-10 hari.
"Di Australia, memang sering terjadi 'outbreak' penyakit ini. Dalam lima tahun terakhir sudah belasan kali," kata Prof Tjandra. (roh)
http://www.diskes.jabarprov.go.id

Sabtu, 22 Januari 2011

Unjuk Rasa Anti Amerika Digelar di Pakistan


mediaumat.com- Lebih dari 2.000 orang demonstran di kota Miranshah pada Jumat (21/1) menuntut Washington dan badan intelijen AS CIA untuk bertanggung jawab atas meningkatnya kematian warga sipil di Pakistan.
Mereka menyerukan agar segera mengakhiri serangan rudal AS di wilayah Waziristan Utara di sepanjang perbatasan Afghanistan.
Waziristan Utara dan daerah suku lainnya di Pakistan barat laut telah sering menjadi sasaran serangan pesawat AS selama beberapa tahun terakhir.
Para peserta meneriakkan slogan-slogan anti-AS dan membakar patung Presiden AS Barack Obama.
"Pembunuh, pembunuh, CIA pembunuh", "Hentikan serangan udara" dan "Teman Amerika adalah pengkhianat," teriak massa aksi.

Serangan udara, yang diprakarsai oleh mantan Presiden AS George W. Bush, telah meningkat semenjak di bawah pemerintahan Obama.
Pada tahun 2010, tidak serangan udara AS meningkat dua kali lipat dan sedikitnya 1200 orang meninggal dalam 124 serangan udara tersebut.
Washington mengklaim bahwa serangan udara ditujukan pada militan, namun sebagian besar korban serangan merupakan warga sipil.
Menurut sumber-sumber Pakistan, serangan udara membunuh hampir 50 warga sipil untuk setiap seorang militan yang mereka targetkan -- ketepatan sasaran hanya mencapai 2 persen.
Isu korban sipil telah merenggangkan hubungan antara Islamabad dan Washington sebagaimana pemerintah Pakistan berulang kali keberatan terhadap serangan tersebut.

Meningkatnya jumlah korban sipil yang tewas telah memicu sentimen anti-Amerika di Pakistan dengan Islamabad mengutuk serangan, dengan alasan bahwa mereka melanggar kedaulatan negara. (prtv/kh)

Jumat, 21 Januari 2011

Anak - anak Paling Banyak Jadi Korban Asap Rokok

Kepulan asap rokok paling membebani anak-anak. Mereka terpaksa menjadi perokok pasif. Bahkan, sejak dilahirkan—ketika terdapat orang dewasa yang merokok di sekitar mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menguatkan besaran dampak asap rokok (second hand smoke) pada mereka yang tidak merokok lewat sebuah studi.

Studi yang diterbitkan akhir November 2010 itu mengambil data dari 192 negara. Guna mendapat data komprehensif dari semua negara itu, para peneliti menggunakan data tahun 2004. Mereka menggunakan model matematika untuk memperkirakan kematian dan jumlah tahun yang hilang dari para perokok pasif (perbandingan evaluasi risiko). Hasilnya, paparan asap rokok mengakibatkan

603.000 kematian prematur pada 2004. Kematian itu disebabkan penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan bawah, asma, dan kanker paru.

Anak-anak termasuk yang terbanyak terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif dibandingkan kelompok umur lainnya. Hasil studi itu menemukan 40 persen anak terpapar asap rokok. Selebihnya, 33 persen laki-laki dan 35 persen perempuan tidak merokok yang terpapar asap rokok. Anak-anak umumnya terpapar asap rokok di lingkungan rumah.

Sekitar 166.000 anak di antaranya meninggal karena penyakit terkait asap rokok dan umumnya di negara miskin atau berpendapatan menengah. Sedangkan beban penyakit terbesar yang disandang perokok pasif anak di bawah usia lima tahun ialah infeksi saluran pernapasan bawah—jumlahnya 5.939.000 kasus dan asma pada anak-anak 651.000 kasus. Tak heran, karena anak masih amat rentan dan dalam proses pertumbuhan.

Para perokok pasif dewasa juga menanggung penyakit, terutama perempuan. Kematian akibat penyakit terkait asap rokok paling tinggi pada kelompok perempuan, 281.000 (47 persen) dibandingkan pada laki-laki, yakni 156.000 kasus (26 persen).

Salah seorang peneliti, yakni Dr Annete Prus-Ustun dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO, menuliskan, paparan asap rokok umum terjadi di banyak negara. Namun, dampak dari paparan tersebut belum banyak diketahui. Dua pertiga kematian lantaran paparan asap rokok terjadi di kawasan Asia Selatan dan Afrika.

Sekitar 93 persen populasi dunia tinggal di wilayah yang masih belum menerapkan regulasi kawasan dilarang merokok.

Hanya sekitar 7,4 persen dari total penduduk dunia hidup dalam kawasan yang menerapkan larangan merokok, khususnya di area publik.

Padahal, regulasi itu dapat melindungi masyarakat umum dari bahaya asap rokok. Di tempat yang mengimplementasikan regulasi itu, paparan terhadap asap rokok di lokasi berisiko tinggi, seperti bar dan restoran, berkurang hingga 90 persen.

Secara umum di ruang publik, paparan turun hingga 60 persen berkat regulasi itu.

Pruss-Ustun mendorong agar negara-negara dapat mengendalikan konsumsi tembakau lewat berbagai strategi demi melindungi kesehatan masyarakatnya.(www.thelancet.com/ www.who.int/INE)



sumber : kompas.com

Kamis, 20 Januari 2011

me

it's me
just a girl
an ordinary girl
 can make mistakes
n make cakes too
wanna be good girl
help me ...

Rabu, 19 Januari 2011

Maaf

Pilu...
Bila ku ingat masa itu...
Perselisihan itu...
Buat jarak kau dan aku...
Resah tiada menentu...
Hilang ramahmu...
Enggan aku begini...
Enggan begini...
Kawan...
Episode kehidupan...
Yang telah berlalu...
Buat nuraniku menangis...
Mungkin karena egoku...
Maaf begini...
Maaf aku begini...