Kebebasan Itu Omong Kosong

THINK AGAIN about "Freedom/Kebebasan"!!

Liberty?

Are You Sure?

Perumpamaan

Pilih Mau Jadi yang Mana?

Bunga Mawar Merah

When the sky is torn apart, so it was (like) a red rose, like ointment, then which of the favours of your Lord will you deny?

Rabu, 24 November 2010

Mendambakan Penguasa Amanah


Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang penguasa diserahi urusan kaum Muslim, kemudian ia mati, sedangkan ia menelantarkan urusan tersebut, kecuali  Allah mengharamkan surga untuknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Terkait dengan hadits ini, Imam Fudhail bin Iyadh menuturkan, “Hadits ini merupakan ancaman bagi siapa saja yang diserahi Allah SWT untuk  mengurus urusan  kaum Muslim, baik urusan agama maupun dunia, kemudian ia berkhianat. Jika seseorang berkhianat terhadap suatu urusan yang telah diserahkan kepadanya maka ia telah terjatuh pada dosa besar dan akan dijauhkan dari surga. Penelantaran itu bisa berbentuk tidak menjelaskan urusan-urusan agama kepada umat, tidak menjaga syariah Allah dari unsur-unsur yang bisa merusak kesuciannya, mengubah-ubah makna ayat-ayat Allah dan mengabaikan hudûd (hukum-hukum Allah). Penelantaran itu juga bisa berwujud pengabaian terhadap hak-hak umat, tidak menjaga keamanan mereka, tidak berjihad untuk mengusir musuh-musuh mereka dan tidak menegakkan keadilan di tengah-tengah mereka.  Setiap orang yang melakukan hal ini dipandang telah berkhianat kepada umat.” (Imam an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim).
Kekuasaan adalah amanah. Amanah adalah taklif hukum dari Allah SWT. Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Pada dasarnya, amanah adalah taklif (syariah Islam) yang harus dijalankan dengan sepenuh hati, dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika ia melaksanakan taklif tersebut maka ia akan mendapatkan pahala di sisi Allah.  Sebaliknya, jika ia melanggar taklif  tersebut maka ia akan memperoleh siksa.” (Ibnu Katsir, Tafsîr Ibnu Katsîr, III/522).
Sikap amanah seorang penguasa terlihat dari tatacaranya dalam mengurusi masyarakat berdasarkan aturan-aturan Allah. Ia juga berusaha dengan keras untuk menghiasi dirinya dengan budi pekerti yang luhur dan sifat-sifat kepemimpinan. Penguasa amanah tidak akan membiarkan berlakunya sistem kufur seperti demokrasi yang bertentangan dengan Islam. Ia pun tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada Islam dan kaum Muslim.
*****
Sejak diutusnya Rasulullah SAW, tidak ada sistem kemasyarakatan yang mampu melahirkan para penguasa yang amanah, agung dan luhur, kecuali dalam masyarakat Islam. Kita mengenal Khulafaur Rasyidin yang terkenal dalam kearifan, keberanian dan ketegasannya dalam membela Islam dan kaum Muslim. Mereka adalah negarawan-negarawan ulung yang sangat dicintai oleh rakyatnya dan ditakuti oleh lawan-lawannya. Mereka juga termasyhur sebagai pemimpin yang memiliki budi pekerti yang agung dan luhur.   
Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sosok penguasa yang terkenal sabar dan lembut.  Namun, beliau juga terkenal sebagai pemimpin yang berani dan tegas.  Tatkala sebagian kaum Muslim menolak kewajiban zakat, beliau segera memerintahkan kaum Muslim untuk memerangi mereka. Meskipun pendapatnya sempat disanggah oleh Umar bin al-Khaththab, beliau tetap bergeming dengan pendapatnya. Stabilitas dan kewibawaan Negara Islam harus dipertahankan meskipun harus mengambil risiko perang.  
Khalifah Umar bin al-Khaththab sendiri terkenal sebagai penguasa yang tegas dan sangat disiplin. Beliau tidak segan-segan merampas harta para pejabatnya yang ditengarai berasal dari jalan yang tidak benar. Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah berkata kepada Abu Hurairah ra yang saat itu menjadi gubernur di Bahrain, “Bagaimana engkau bisa menduduki jabatan ini?”
Ia menjawab, “Engkau telah menugaskan saya, sedangkan saya tidak menyukainya, dan engkau menghentikan saya, sedangkan saya mencintainya.”
Pada saat itu, Abu Hurairah membawa 400 ribu dirham dari Bahrain.  Selanjutnya, Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau berlaku aniaya terhadap seseorang?”
“Tidak.”
“Dari jumlah itu, berapa yang menjadi milikmu?”
“Dua puluh.”  
“Dari mana engkau memperolehnya?” tanya Umar lagi.
“Saya berdagang.”
Umar pun menukas, “Hitunglah modalmu dan milikmu. Lalu serahkanlah yang lainnya ke Baitul Mal.” (Thabaqât Ibnu Sa'ad, II/4/60; Târîkh al-Islâm, II/388; dan Tahdzîb at-Tahdzîb, XII/267).
Inilah secuil keteladanan yang bisa kita ambil dari Khulafaur Rasyidin dalam mengurus urusan rakyatnya.  
Sungguh, kehadiran seorang penguasa amanah yang selalu berjalan sesuai dengan aturan Allah merupakan dambaan dan impian kaum Muslim saat ini.  Sayangnya, impian ini masih sebatas impian. Perilaku dan kebijakan para penguasa kaum Muslim saat ini tidak berbeda dengan kaum sekuler yang membenci aturan Allah.  Keberpihakan mereka pun tidak pada Islam dan kaum Muslim, tetapi kepada musuh-musuh Allah dan sistem sekuler yang kufur. Lalu mengapa umat masih saja percaya dan bahkan berbondong-bondong mengekor dan mengikuti mereka?[] arief b. Iskandar from : http://mediaumat.com

Selasa, 23 November 2010

Palsu

Adakah semua ini palsu
Sapaan itu palsu
Senyum itu palsu
Perhatian itu palsu
Jejaknya pun palsu
Smua smua palsu
Semua itu palsu
Lalu... kemana yang asli?

Senin, 22 November 2010

edit-edit

Minggu, 21 November 2010

Peran


Peran apa yang kau inginkan??
Peran apa yang akan kau pentaskan??
Ya... sebuah pentas

Pentas di panggung kehidupan
Hanya ada dua pilihan
Antagonis atau protagonis
Yang mana yang akan kau pilih??

Sabtu, 20 November 2010

panen

sejauh mata memandang
terlihat sbuah hamparan
hamparan padi 
nan menguning
tanda siap panen
Alhamdulillah
padimu menguning
elok sangat
berkah Allah
atas tanah indonesia
ya 
indonesia yang subur
berharap rakyatnya makmur
it will be
ya
akan terjadi
seandainya penguasa lebih peduli
peduli pada rakyatnya
ya 
akan terjadi
seandainya penguasa mbelani
membela kepentingan rakyatnya
it will be
pasti
:)

Jumat, 19 November 2010

entahlah


Aku buruk di hadapanmu---tak mengapa
Aku abai di hadapanmu---tak mengapa
Aku rendah di hadapanmu---tak mengapa
Aku hina dina di hadapanmu---itupun tak mengapa
Asal tak dihadapanNya
Ku hanya manusia
Seorang manusia
Dapat berbuat salah dan khilaf
Ku bukan malaikat
Yang selalu taat
Ku tak sempurna
Tak sebaik yang kau kira
Tak sehebat yang kau duga
Tak sholehah yang kau terka
Jelekkanlah
Abaikanlah
Rendahkanlah
Hinakanlah aku seperti yang kau mau
Lakukan itu di depan mereka
Hingga dahagamu tuk hancurkanku terpenuhi
Dalam 19 NOda Perih teriris 20 sembi1u karena n0na

Kamis, 18 November 2010

Alhamdulillah

Alhamdulillah

ku dapat lewati hari ini

walau dengan sedikit kelelahan

i just wanna say Alhamdulillah

thanks God for this day :)

Rabu, 17 November 2010

Liberty???

see these pics ^^




-------- what do u think about that pics??---------