Sabtu, 17 November 2012

PRAKTIKUM GAYA LISTRIK STATIS



PRAKTIKUM
GAYA LISTRIK STATIS

I.      Teori
Listrik dibagi menjadi dua yaitu, listrik statis dan listrik dinamis. Listrik statis adalah listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatan listriknya berada dalam keadaan diam. Listrik statis merupakan bentuk listrik yang dihasilkan bila beberapa benda digosokkan satu sama lain. Sedangkan listrik dinamis adalah muatan-muatan arus listrik yang bergerak dan menghasilkan arus listrik.
Peristiwa ini terjadi karena proses pemberian muatan secara induksi (digosokkan) kepada isolator. Kebanyakan atom atau molekul netral pusat muatan positif berimpit dengan muatan negatif. Ketika isolator didekati oleh benda bermuatan positif, pusat muatan negatif ditarik mendekati benda bermuatan positif. Ini menghasilkan muatan lebih negatif pada sisi yang berdekatan dengan pemberi muatan. Gejala ini dikenal dengan sebutan polarisasi. Pada keadaan ini muatan benda berlawanan jenis dengan polaritas muatan induksi isolator. Muatan yang berbeda jenis menghasilkan gaya tarik menarik sehinga isolator dapat menempel pada benda bermuatan listrik.

II.    Tujuan
Membuktikan adanya gaya listrik statis pada benda penggaris plastic/balon/sisir

III.   Alat dan Bahan
1.      Sisir
2.      Rambut seseorang yang agak tebal dan kering
3.      Potongan-potongan kertas kecil

IV.  Cara Kerja
1.      Isilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk!
2.      Gosokkan sisir pada rambut yang tebal dan kering
3.      Kemudian dekatkan sisir  tersebut ke potongan-potongan kertas kecil
4.      Amati apa yang terjadi?

V.   Laporan Hasil Pengamatan
Sisir dapat menarik potongan-potongan kertas karena semua benda-benda tersebut bermuatan listrik. Muatan listrik tersebut berada dalam keadaan diam (statis), oleh karena itulah disebut sebagai listrik statis. Listrik statis merupakan energi yang dimiliki oleh benda bermuatan listrik.

VI.  Pembahasan
Listrik statis merupakan energi yang dimiliki oleh benda bermuatan listrik. Muatan listrik bisa negatif atau positif. Semua zat terbentuk dari atom-atom. Setiap atom mempunyai inti atom yang terdiri dari proton dan elektron yang mengelilinginya. Proton mempunyai muatan listrik positif, dan elektron mempunyai muatan listrik negatif. Ketika dua zat seperti sisir dan rambut saling digosokkan, elektron ditarik dari material yang mempunyai daya tarik yang lemah (rambut) dan menempel pada material yang mempunyai daya tarik yang kuat (sisir)
 Hal ini menyebabkan kedua material menjadi bermuatan listrik. Material yang kehilangan elektron menjadi bermuatan positif dan material mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif. Sisir dan rambut merupakan listrik netral (jumlah muatan positif dan negatifnya sebanding) sebelum digosok. Karena jumlah muatan positif dan negatifnya sama. Setelah digosok, sisir mempunyai muatan negatif berlebih ketika didekatkan ke serpihan kertas akand apat menarik serpihan kertas tersebut.

VII. Kesimpulan
Muatan listrik yang dimiliki benda-benda itu bisa bermuatan negatif maupun positif. Semua benda terbentuk dari atom-atom. Setiap atom mempunyai inti atom yang terdiri dari proton dan elektron yang mengelilinginya. Proton mempunyai muatan listrik positif, dan elektron mempunyai muatan listrik negatif. Ketika dua benda seperti sisir dan rambut saling digosokkan, elektron ditarik dari material yang mempunyai daya tarik yang lemah (potongan gambar kertas) dan menempel pada material yang mempunyai daya tarik yang kuat.

0 komentar:

Poskan Komentar

bagaimana menurutmu?